CILEGON

Wow, Hasil Lelang Barang Bekas Milik Daerah Cilegon Tembus Rp600 Juta Lebih

Banten.co – Pemerintah kota (Pemkot) Cilegon melelang sejumlah kendaraan dinas roda empat maupun dua serta sejumlah aset bekas pemerintah. Hasilnya, sejumlah barang milik daerah (BMD) itu laku terlelang hingga Rp688.879.000.

Pengumuman pemenang lelang serta jumlah pendapatan dari hasil lelang itu dilakukan kemarin, Selasa (6/11) dan dihadiri Sekda Kota Cilegon Sari Suryati dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Banten Tedy Syandriyadi.

Sekda Kota Cilegon Sari Suryati menjelaskan, lelang aset bekas milik Pemkot Cilegon itu merupakan salah satu upaya pemda terkait dengan pengelolaan BMD. Lelang itu dilakukan karena aset atau BMD yang telah lama itu memberatkan APBD untuk biaya perawatan.

“Kita lelangkan menjadi pemasukan APBD. Yang kita lelang ada roda dua, roda empat, alat-alat kantor dan beberapa alat yang masih memiliki nilai ekonomis,” papar Sari.

Sari menjelaskan, pemasukan dari hasil lelang itu masuk pada pendapatan daerah dari sektor pengelolaan aset. Dengan seperti itu, lelang ini membantu pemda dalam merealisasi target pendapatan yang telah ditetapkan.

Terkait hasil lelang secara perinci, menurut Sari, data tersebut masih di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Setelah proses secara keseluruhan selesai, Pemkot Cilegon baru mendapatkan secara perinci berkaitan dengan lelang.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon Muhammad Zais menjelaskan, lelang BMD secara open bidding seperti ini baru pertama kali dan berjalan sukses. Indikator kesuksesan itu dari diraihnya penghasilan yang melebihi target nilai limit.

Menurutnya, total nilai limit sebesar Rp527.338.000. Terdiri atas roda empat sebanyak 20 unit total nilai limit Rp458.565.000, roda dua nilai limit Rp58.076.000, dan barang-barang rusak berat dengan jumlah total 596 unit nilai limitnya Rp10.697.000. “Kenaikan 30,6 persen dari nilai limit,” ujarnya.

Mengenai pendapatan yang berdasarkan jenis BMD yang dilelang, menurutnya, data tersebut masih berada di KPKNL. Pihaknya menunggu data tersebut sebagai bahan laporan pemerintah.

Sementara itu, Tedy Syandriadi menjelaskan, lelang BMD Pemkot Cilegon dilakukan melalui metode e-option, di mana peserta lelang tidak perlu hadir, cukup daftar ke KPKNL dan menyerahkan uang jaminan sebagai syarat peserta lelang.

Minimal uang jaminan yang diserahkan peserta lelang 20 persen dari nilai limit barang yang dilelang dan maksimal 50 persen dari nilai limit. “Nanti kalau ditunjuk sebagai pemenang lelang, uang itu jadi pertimbangan kalau tidak dikembalikan,” ujarnya.

Menurut Tedy, proses lelang berjalan lancar. Dari seluruh aset yang dilelang ada lima item yang tidak diminati oleh peserta lelang atau tidak ada penawar, dari kelima aset tersebut salah satunya adalah Toyota Camry yang harga limitnya dibanderol Rp41 juta. “Mungkin nanti selanjutnya,” ujarnya. (HAP/Rdr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com