EKONOMI

Tahun Lalu, Ekonomi Banten Tumbuh 5,81 Persen

Banten.co – Ekonomi Banten tahun 2018 tumbuh 5,81 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding capaian tahun sebelumnya yang sebesar 5,73 persen.

“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, yaitu. Lapangan usaha Real Estate mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 7,88 persen, diikuti oleh Informasi dan Komunikasi sebesar 7,87 persen; dan Konstruksi sebesar 7,69 persen,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Budi Prawoto di Serang, Rabu (20/2).

Prawoto mengatakan real estate di wilayah Banten masih terus tumbuh pesat khususnya di wilayah-wilayah pengembangan terutama Tangerang Raya, seperti kawasan di Tangerang Selatan yang semakin diminati banyak pengembang, terutama untuk high rise building, baik apartemen maupun office tower.

“Sementara itu, perumahan berkonsep modern di Kabupaten Lebak membukukan peningkatan penjualan yang fenomenal di tahun 2018 ini,” ucapnya.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2018, menurut Prawoto, Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,27 persen, diikuti Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,97 persen dan Konstruksi sebesar 0,74 persen

Ekonomi Banten triwulan IV/2018 tumbuh 5,98 persen (yoy). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 21,11 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 9,03 persen dan Konstruksi sebesar 7,70 persen.

“Struktur perekonomian Banten pada triwulan IV/2018 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Industri Pengolahan (30,65 persen), Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor (12,39 persen), dan Konstruksi (11,39 persen),” katanya.

Ekonomi Banten triwulan IV/2018 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 0,99 persen. Faktor musiman, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta Konstruksi mewarnai pertumbuhan ekonomi.

Dampak tsunami yang terjadi di selat sunda pada tanggal 22 Desember 2018 belum memberikan pengaruh signifikan terhadap perekonomian Banten.

“Hal ini ditunjukkan oleh perekonomian Banten yang masih tumbuh positif kecuali Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh negatif karena faktor musiman,” kata Prawoto.

Sedangkan konstruksi mengalami peningkatan karena adanya proyek pembangunan yang masih berlanjut seperti pembangunan PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, Bendungan/Irigasi, Peningkatan/Perbaikan Jalan, Gedung-Gedung Kebutuhan Masyarakat, Perumahan dan Pabrik di beberapa wilayah.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan IV/2018 (q-to-q), Konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,56 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 0,12 persen serta Industri
Pengolahan sebesar 0,10 persen,” katanya. (Ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com