BERITA

Soal Terowongan Rel Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Ambrol, Polisi Usut Dugaan Korupsi

BANTEN.co – Pihak Kepolisian tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan terowongan rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten yang roboh pada Senin, 5 Februari 2018 lalu.

Wakapolresta Bandara Soekarno Hatta Ajun Komisaris Siwi Erma Andriyani mengatakan penyidikan terhadap robohnya terowongan tersebut telah dilimpahkan ke Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Pelimpahan itu karena di tengah penyidikan ditemukan indikasi korupsi dalam pembangunan underpass yang saat longsor terjadi menyebabkan satu orang meninggal tersebut.

Adapun pembangunanan terowongan itu diketahui dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk. “Penyidikannya telah dilimpahkan ke Subdit Tipikor. Iya indikasi atau dugaannya ya ada hal itu (korupsi),” ujar Siwi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/3).

Sementara ditempat terpisah, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ferdi Iriawan mengatakan, penyelidikan terhadap dugaan korupsi tersebut dibantu juga Direktorat Tipikor Bareskrim Polri.

Sejauh ini pihaknya mensinyalir terdapat dugaan korupsi dalam pembangunan underpass, dimana pembangunannya tidak berjalan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

“Tepatnya ditangani oleh Tipikor Bareskrim dan Tipikor Polda Metro. Kira-kira begitu hipotesanya (dugaan korupsi pembangunan). Saat ini masih diteliti oleh ahli konstruksi,” ujarnya.

Ia mengatakan ahli konstruksi yang dilibatkannya saat ini berasal dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. Namun Ferdi belum dapat membeberkan hasil dari penyidikan tersebut.

Seperti diketahui, dinding sepanjang 20 meter pada terowongan rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang yang berada di area underpass perimeter Km. 8+6/7 jalur Bandara Soetta-Batuceper roboh, pada pukul 18:10 WIB.

Korban bernama Dyanti Dyah Ayu (24), meninggal dunia di RS Mayapada, Tangerang usai berjam-jam tertimbun materai longsor. Dyanti sempat menjalani perawatan sekitar tiga jam setelah dievakuasi petugas sekitar pukul 03:00 WIB.

 

(SAM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com