BERITA

Pemkab Tangerang Akan Bongkar Warung Remang-remang di Sukadiri dan Mauk

Banten.co – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, berencana membongkar sejumlah warung remang-remang di Kecamatan Sukadiri dan Mauk yang dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung oleh pemilik bangunan.

“Saat ini tahap sosialisasi dan pembongkaran akhir Mei 2016 setelah kawasan prostitusi di Dadap, Kecamatan Kosambi digusur,” kata Sekretaris Kecamatan Sukadiri, Soni Karsan di Tangerang, Rabu (30/3).

Soni mengatakan, pihaknya telah memanggil pemilik bangunan agar bersedia membongkar sendiri bangunan yang berada di lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dia mengatakan, keberadaan bangunan sengaja di atas tanah pengairan kemudian dibuatkan warung menjual minuman keras dan ditemani wanita berpakaian minim. Bahkan pemilik bangunan menyediakan tempat bermalam bagi pelanggan yang ingin bersantai di warung tersebut.

Sementara belasan bangunan yang berada di Kecamatan Mauk terletak di pinggir pantai yang juga menjual aneka minuman keras. Dia mengatakan, dalam sosialisasi tersebut pihaknya menggandeng aparat Polsek dan Kodim setempat demi pengamanan dan menghindari tindak kriminalitas.

Menurut dia, keberadaan bangunan tersebut meresahkan penduduk sekitar, karena belakangan jumlah wanita pelayan warung yang diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK) berasal dari Kalijodo, Jakarta Barat.

Upaya pembongkaran bangunan tersebut karena adanya permintaan dari warga setempat bahwa setiap malam hingga menjelang pagi mereka mendengar musik dengan suara keras berasal dari warung itu.

Padahal sebelumnya, Pemkab Tangerang melakukan penertiban sejumlah bangunan di Dadap, Kecamatan Kosambi sesuai program pemerintah pusat bahwa hingga tahun 2017 semua kawasan prostitusi di Indonesia harus dibongkar.

Untuk itu, Pemkab Tangerang menggandeng akademisi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk membuat rencana kawasan Dadap menjadi pusat kajian Islam dan kampung nelayan.

Aparat Pemkab Tangerang sudah mendapatkan paparan dari Prof Budi Pratikno dari UGM dan mengubah kawasan kumuh menjadi lebih baik.

Namun saat ini kawasan Dadap merupakan perkampungan nelayan yang kumuh dan terdapat lokasi prostitusi sehingga perlu dirombak dan ditata.

Meski begitu, kawasan Dadap tersebut dengan luas sekitar 12 hektare milik PT Angkasa Pura II, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta lainnya tanah pengairan.

Banten | Antara | Aditya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com