LEBAK

Pemkab Lebak Kembangkan 23 ODW Melalui Rippda

Banten.co – Pemkab Lebak, Banten mengembangkan sebanyak 23 obyek destinasi wisata (ODW) melalui kebijakan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda).

Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Yosep Muhammad Holis mengatakan, pengembangan 23 ODW itu ditetapkan lima tahun ke depan sesuai kebijakan RIPPDA tersebut.

“Dalam kebijakan itu tentu bagaimana kondisi destinasi wisata, termasuk industri wisata dan pemasaran wisata,” ucapnya di Lebak, Kamis (6/12).

Sebab, wilayah Kabupaten Lebak memiliki ODW yang luar biasa di Provinsi Banten dan bisa menggaet wisatawan domestik dan mancanegara. Keunggulan 23 ODW itu, kata dia, terdapat wisata budaya, wisata pesisir pantai, wisata alam dan wisata relegi.

Meski pengembangan difokuskan 23 ODW, namun wisata budaya masyarakat Badui dan Pantai Sawarna tetap menjadikan wisata unggulan karena sudah mendunia. “Kami optimistis ke depan Lebak menjadikan daerah destinasi wisata,” katanya.

Menurut dia, pengembangan wisata itu bersinergi dengan adanya pembangunan “Double Treck” jalur Comuterline Stasiun Rangkasbitung-Tanahabang juga jalan tol Serang-Panimbang.

Mereka wisatawan dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) membanjiri destinasi wisata Kabupaten Lebak karena kemudahan akses lalu lintas.

Selain itu juga pengembangan wisata diintegrasikan dengan produk unggulan yang dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Lebak.

Produk unggulan itu, diantaranya gula aren, gula semut, pisang sale, emping melinjo dan aneka makanan tradisional.

Disamping itu juga aneka buah-buahan, seperti durian, dukuh, manggis, rambutan dan pisang. “Kami yakin pengunjung, selain mendatangi 23 ODW dan mereka membeli produk unggulan untuk dijadikan oleh-oleh,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata tersebut merupakan komitmen Bupati Iti Octavia untuk mendukung program “Lebak Sejahtera”.

Sebab, sektor pariwisata dapat menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran. “Kami yakin dengan pengembangan destinasi wisata bisa menjadikan andalan pariwisata di Lebak,” katanya.

Sementara itu, pemerhati Ekonomi dari Kampus Wasilatul Fallah Rangkasbitung Encep Chaerudin mengatakan pihaknya sangat mendukung pemerintah daerah mengembangkan 23 ODW, karena secara langsung meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Potensi objek wisata di Lebak sangat luar biasa melalui destinasi wisata budaya masyarakat Badui, karena memiliki keunikan suku terasing. Khasanah budaya masyarakat Badui cukup menarik untuk dilakukan wisata penelitian antropologi.

Selama ini, kehidupan masyarakat itu hingga kini masih mempertahankan adat leluhur dan menolak modernsasi.

Kawasan hutan yang dihuni masyarakat Baduiy seluas 5.100 hektare tanpa jalan, jaringan listrik, televisi, radio, dan kendaraan.  “Kami yakin wisata Badui akan banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk melihat kehidupan masyarakat terasing itu,” tutupnya. (Ant)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com