Wisata

Ini Strategi Maksimalkan Potensi Destinasi Labuan Bajo

Banten.co – Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Abdu Rahman, mengatakan bahwa dalam 5 tahun ini sektor pariwisata tumbuh pesat. Sepanjang tahun lalu tumbuh hingga 22% melebihi pertumbuhan pariwisata dunia dan beberapa negara di ASEAN.

“Pertumbuhan ini berdampak pada perekonomian serta devisa, sehingga meningkatkan pendapatan daerah juga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/04/2019).

Ia menjelaskan pembangunan pariwisata berkelanjutan di TN Komodo dari sisi pengunjung sudah melebihi kapasitas, jangan sampai kita memburu jumlah wisatawan tetapi karena over kapasitas justru akan merusak kawasan ini, kita harus mencari solusi untuk mengantisipasi-nya.

Lukita Awang Nisyantara, Kepala Balai TNK mengatakan, Taman Nasional Komodo itu bagian dari Koral Triangle dan dikelola secara sistem zonasi, di TN Komodo ini ada 3 Desa yaitu, Desa Komodo, Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang.

“Harapan kami pada 3 Desa ini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk mengelola pariwisata di daerah itu, saat ini di Desa Pasir Panjang (Kampung Rinca) sudah terbentuk BUMDES, sedangkan di Desa Papagarang dan Desa Komodo sedang dalam proses,” ujar Lukita Awang.

“Saat ini kita ada 13 pos penjagaan, dan rencananya akan ditambah 4 pos penjagaan untuk menjaga TN Komodo,” tambahnya.

Selain destinasi utama TN Komodo, pemerintah kabupaten Manggarai Barat diharapkan mengembangkan destinasi yang ada di daratan Labuan Bajo.

Selain itu pemerintah daerah dapat memanfaatkan daerah pariwisata yang sudah established, terutama yg sudah menjadi hub seperti Kupang, Bali dan Lombok, untuk menarik wisatawan datang ke Labuan Bajo.

Menurut Istasius Angger Anindito, Plt.Kasubdit Pariwisata, indikator di tahun 2024 yang harus dicapai sektor pariwisata yang pertama adalah devisa.

“Saya mengharapkan pariwisata di NTT ada develop paket Tour dengan 3A yang baik supaya bisa menuju devisa yang ditargetkan, yaitu dari $1000 US Dollar per orang menjadi $1300 US Dollar per orang di tahun 2024, dimana itu adalah tahap awal yg ingin dicapai,” jelasnya

Tanggapan positif juga diutarakan oleh Fernandus, Plh.Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, yang mengatakan Political Will diwilayahnya sudah sangat jelas dengan lahirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mencantumkan pariwisata sebagai leading sektor.

“Ada 51 rencana Pemerintah Daerah Manggarai Barat, yaitu akan mengembangkan desa di Manggarai Barat menjadi desa wisata yang akan didorong kedepannya,” imbuhnya.

Raymond Tirtoadi, Kasubbid Strategi II, menuturkan pembangunan infrastruktur Labuan Bajo menerapkan prinsip-prinsip pembangunan yg menerapkan kearifan lokal, green infrastruktur dan pariwisata berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur destinasi Labuan Bajo berasal dari dana APBN dan Swasta, pemerintah dapat memanfaatkan fasilitas KPBU seusai dengan Perpres No.38 tahun 2015”, ujar Raymond.

Sementara, Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo, Shana Fatina menjelaskan, ia akan mencoba mengembangkan destinasi di kawasan lain.

“Program 3A di Labuan Bajo yang akan dikembangkan untuk Atraksi adalah alam dan buatan serta budaya. Untuk Aksesibilitas adalah menjadikan bandara Labuan Bajo menjadi bandara internasional, pembebasan lahan, peti kemas, serta pembangunan jalan strategis nasional lintas utara Flores. Sedangkan untuk Amenitas yaitu pembangunan souvenir shop, pusat daur ulang sampah, dan pembangunan Tourism Information Centre (TIC) menjadi program prioritas,” tegas Shana.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com