EKONOMI

Group Pengembang Asal Jepang Investasi Properti di Serpong Garden Apartment

Banten.co – Perusahaan group pengembang asal Jepang, Creed menanamkan investasi properti di Serpong Garden Apartment, Kabupaten Tangerang melalui kerja sama dengan pengembang nasional PT Hutama Anugerah Properti.

“Keberhasilan dalam memasarkan dua tower hunian di Serpong Garden menjadi salah satu pertimbangan kami untuk ikut serta melalui pola joint venture dengan PT Hutama Anugerah Properti,” kata Head of Representative  Creed Holdings Pte. Ltd.,  Tatsuya Ichinomiya di Jakarta, Jumat (12/10).

Tatsuya mengungkapkan perusahaannya terbentuk di tahun 1996, serta saat ini sedang berfokus mengembangkan bisnis di wilayah Asia Tenggara dan Bangladesh, termasuk dalam hal ini Indonesia..

“Kami memiliki pengalaman dalam membangun hunian yang terintegrasi dengan transportasi. Serta kami tertarik melihat lokasi Serpong Garden yang dekat dengan Stasiun Cisauk. Kami ingin berbagi pengalaman di sini,” ujar Tatsuya.

Komisaris PT Hutama  Anugrah Propertindo, Pingki Elka Pangestu mengemukakan, kemitraan strategis yang dijalin dengan Creed Group Jepang membawa pengalaman baru karena konsepnyanya bukan lagi Transport Oriented Development (TOD), tetapi ditingkatkan lagi menjadi Transport Oriented Living (TOL).

“TOL merupakan evolusi dari seluruh desain yang mengacu pada peningkatan kualitas hidup yang saling terintegrasi, sehingga diharapkan menciptakan harmoni yang lebih baik. Sedangkan TOD merupakan satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalisasi penggunaan berbagai angkutan massal seperti busway, kereta api massal (Mass Rapid Transit/MRT), kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), termasuk kelengkapan jaringan pejalan kaki/pengendara sepeda,,” jelas Pingki.

Berbeda kondisinya dengan Jepang, di mana infrastruktur TOD sudah terpasang, seperti  dapat disaksikan di sejumlah daerah seperti Shibuya dan Shinjuku.  Sedangkan di Indonesia  sarana transportasi massal seperti MRT, LRT, dan kereta cepat,  sedang dalam masa proses pembangunan.

“TOL diaplikasikan Karena kereta komuter yang melewati Cisauk sudah tersedia hanya berjarak 25 meter dari lokasi kami, ke depan  akan menjadi intermoda terpadu, setelah hunian kami selesai dibangun,” papar Pingki.

Sebelumnya, Direktur Promosi Sektoral Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Imam Soejoedi,  masuknya investasi  Jepang di sektor properti, menjadi pembuktian iklim investasi di Indonesia masih kondusif.

“Sektor properti dan real estat, termasuk jenis investasi jangka panjang secara langsung yang ditangani, khususnya karena terkait dengan investasi asing (PMA), dengan prospek jangka panjang antara 40 sampai 50 tahun ke depan,” ucap Imam.

Imam Soejoedi menegaskan, realisasi investasi Jepang di sektor properti (real estat, kawasan industri, dan perkantoran) meningkat signifikan di tahun 2015, senilai  520 juta dolar AS dibanding tahun sebelumnya yang hanya senilai  71,2 juta dolar AS.

“Realisasi sektor properti ini merupakan sektor terbesar keempat yang berasal dari Jepang,  selama periode tahun 2013 sampai kuartal II tahun 2018, setelah sektor transportasi; logam mesin dan elektronika; kelistrikan; gas dan air,”  jelasnya. (HAP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com