BERITA

Cuaca Buruk Landa Samudra Hindia, Produksi Ikan di Lebak Turun 50 Persen

Banten.co – Produksi ikan pada sejumlah tempat pelelangan ikan di Kabupaten Lebak selama dua bulan terakhir ini turun sekitar 50 persen akibat cuaca buruk yang melanda perairan Samudra Hindia.

“Saat ini produksi tangkapan ikan sekitar 75 ton, padahal sebelumnya mencapai hingga 150 ton per bulan,” kata Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, Ahmad Hadi, saat dihubungi dari Lebak, ditulis Senin (20/6).

Penurunan tangkapan ikan laut juga berdampak terhadap pemasukan retribusi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) setempat. Kebanyakan nelayan tidak melaut karena cuaca buruk di perairan Samudra Hindia itu.

Faktor lain, kata dia, sebagian besar nelayan di Lebak menggunakan perahu kincang dengan jangkauan 3 mil dari pesisir pantai, sehingga mereka tidak bisa mencari ikan ke tengah laut.

Karena itu, pihaknya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan segera memberikan bantuan kapal yang bisa menjelajah di atas 3 mil. “Dengan kapal tangkapan ikan di bawah 3 mil tentu berdampak terhadap pendapatan nelayan,” katanya pula.

Selama ini, kata dia, nelayan pesisir Kabupaten Lebak hanya cukup bertahan hidup karena tangkapan ikan makin berkurang. Bahkan, banyak nelayan menganggur karena biaya operasional dengan penghasilan tidak sebanding.

Apalagi, beberapa hari ini ketinggian gelombang laut mencapai 4,0 meter, sehingga ikan sulit ditemukan. “Selama nelayan tidak melaut waktunya dihabiskan dengan duduk-duduk di dalam kapal sambil memperbaiki alat tangkap,” katanya pula.

Menurut dia, produksi normal pendapatan TPI Binuangen dari retribusi pelelangan ikan Rp24 juta per bulan, namun sekarang turun 50 persen. Ia menyebutkan berkurang produksi ikan di TPI Binuangeun mengakibatkan harga ikan berbagai jenis mengalami kenaikan, seperti ikan cumi semula Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu/kg.

Begitupula ikan tenggiri papan, sebelumnya Rp38 ribu/kg menjadi Rp44 ribu/kg, ikan pari dari Rp9 ribu/kg naik menjadi Rp11 ribu/kg, dan ikan bawal hitam dari Rp20 ribu/kg menjadi Rp24 ribu/kg. “Jika normal tangkapan ikan bisa mencapai 150 ton,” ujarnya pula.

Dudung (55), seorang nelayan TPI Pulau Manuk Kecamatan Bayah mengaku selama ini tangkapan ikan masih sepi akibat gelombang besar yang disertai tiupan angin kencang.

Saat ini, nelayan yang melaut hanya sebagian kecil karena sepi tangkapan ikan tersebut. “Kami menarik retribusi dari pelelangan ikan relatif kecil karena sebagai besar nelayan menganggur,” ujarnya pula.

Banten | Ant | Aditya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com