BERITA

AP II Siap Operasikan 4 Bandara Baru, Ini Daftarnya

Banten.co – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II akan menambah empat bandara baru yang akan dioperasikan pada tahun 2019. Keempat bandara yaitu HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Radin Inten II di Lampung, Fatmawati Soekarno di Bengkulu dan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS) di Purbalingga, Jawa Tengah.

“Perseroan sudah merancang rencana pengembangan bandara-bandara itu. Di Bandara HAS Hanandjoeddin (Tanjung Pandan) akan dibangun terminal baru dan perluasan terminal eksisting untuk mengakomodasi maksimal 6 juta penumpang hingga 30 tahun mendatang,” kata Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin menjelaskan, terminal eksisting di bandara tersebut sebenarnya sudah mengalami backlog. Saat ini, jumlah pergerakan penumpang di bandara tersebut telah mencapai 1 juta penumpang per tahun, sementara kapasitas terminal hanya 300.000 penumpang.

“Investasi di HAS Hanandjoeddin disiapkan Rp559,9 miliar, di mana setengahnya untuk pengembangan terminal. Sisanya untuk fasilitas lain seperti penebalan runway,” ujar Awaluddin.

Bandara HAS Hanandjoeddin saat ini melayani sejumlah penerbangan domestik seperti dari dan ke Jakarta dan Palembang, serta rute internasional dari dan ke Singapura.

Sementara di Bandara Radin Inten II (Lampung), total investasi yang disiapkan sebesar Rp467,6 miliar, di antaranya untuk overlay runway secara berkala serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas bandara. Penumpang di bandara ini diproyeksikan dalam 30 tahun mendatang dapat mencapai 6 juta penumpang per tahun.

Pengembangan juga akan dilakukan AP II di Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dengan total investasi Rp622,6 miliar. Investasi itu disiapkan untuk pembangunan terminal baru dalam dua tahap guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang dalam 30 tahun mendatang.

“Melalui berbagai pengalaman, termasuk membangun infrastruktur digital di bandara, AP II optimistis dapat mengembangkan bandara tersebut guna lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Indonesia,” jelas Awaluddin.

Sementara BJBS, Awaluddin menerangkan bahwa rencana pengembangannya akan dilakukan secara bertahap, di mana tahap pertama pengembangan dilaksanakan pada awal Januari lalu.

“Awal 2019 sudah dimulai proses pembangunan tahap awal. Mulai dari sisi darat dan sisi udara akan dikerjakan secara simultan selama 18-20 bulan,” ungkap Awaluddin.

Pembangunan serta pengembangan tersebut meliputi pembangunan runway seluas 30×1.600 meter, pembangunan terminal penumpang baru dan area parkir penumpang, hingga pengembangan terminal kargo.

Dengan meningkatnya fasilitas sisi udara dan sisi darat serta pengembangan infrastruktur bandara, diharapkan pesawat jenis C-212 dapat mendarat di BJBS.

“Untuk saat ini baru pesawat jenis C-212 yang mendarat. Ke depan sudah bisa didarati pesawat Airbus 320 Neo dan Boeing 737 Max 8. Harapannya akan terus tumbuh jumlah pesawat komersil yang mendarat di BJBS,” terang Awaluddin.

Adapun fasilitas-fasilitas penunjang yang juga akan dibangun pada tahap awal, antara lain tempat parkir kendaraan bermotor yang mampu menampung 70 kendaraan mobil dan 172 kendaraan motor, poliklinik, tempat ibadah, airport maintenance building, tempat penampungan sampah, sewage treatment, kantor keamanan, serta bangunan operasi bandara lainnya.

“Mudah-mudahan di 2020 sudah selesai pengembangan tahap I. Mulai dari sisi darat hingga sisi udaranya,” harap Awaluddin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com