BERITA

105 Kendaraan Dinas Bekas Pemprov Banten Laku Dilelang Rp 924 Juta

Ilustrasi Lelang

BANTEN.co – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Keuangan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) mengumumkan hasil lelang kendaraan dinas bekas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten laku sebesar Rp 924 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun pasca pengumuman lelang, hasil penjualan 105 kendaraan lebih tinggi dari harga limit yang ditetapkan yaitu senilai Rp 427.115.000.

Kepala BPKAD Provinsi Banten Nandy Mulya S mengatakan, lelang merupakan bentuk komitmen Gubernur Banten Wahidin Halim dalam penataan barang milik daerah (BMD). Kegiatan lelang juga tertuang dalam SK nomor 024.2/kep.41-Huk/2018 tertanggal 12 Februari tentang penjualan kendaraan dinas operasional Provinsi Banten tahun 2018.

“Yang menyelenggarakannya Kanwil DJKN (Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) Banten dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang). Pak Gubernur ini sangat komitmen, salah satu diantaranya menerbitkan SK kendaraan yang akan dilelang,” ujarnya.

“Beliau tidak ingin banyak kendaraan yang sudah ada usulan penghapusan dari OPD dibiarkan,” ujarnya, Kamis (1/3).

Nandy menjelaskan, lelang dengan metode lelang tertutup atau lelang melalui aplikasi merupakan kali kedua dilakukan. Untuk tahun ini ada 105 randis yang dilelang yang terdiri atas 23 randis roda 4 dan 5 randis roda dua untuk jenis satuan. Sedangkan untuk Janis paket adalah roda 4 sebanyak 5 unit dan roda 2 sebanyak 72 unit.

“Tahun ini gebyar, tidak hanya dilakukan di Banten saja tapi di seluruh Indonesia. Kegiatan lelang ini sangat akuntabel transparan dan bisa dipertanggungjawabakan. Yang bersangkutan (peserta lelang-red) juga mendapat informasi via email,” katanya.

Disinggung soal nilai hasil lelang, diakui Nandy mengalami penurunan jika dibanding lelang tahun sebelumnya. Tahun lalu, dari harga limit sekitar Rp 300 juta, nilai yang terbentuk mencapai di atas Rp 1 miliar.

“Harga limit yang menentukan appraisal, kendaraan yang rusak ini berapa harganya, muncul angka limit Rp 424 juta. Kalau tahun kemarin harga limit Rp 300 juta, kita mendapat Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Kepala Kanwil DJKN Banten Tedy Syandriadi mengatakan, lelang randis kali ini merupakan kerja sama antara pihanknya, KPKNL dan Pemprov Banten. Dia mengapresiasi, hasil lelang yang terkumpul bisa bekali lipat dari harga limit.

“Pemprov Banten mengajukan lelang, setelah dicek kelengkapan lalu ditetapkan jadwal lelang, pengumuman. Harga hasil lelang sampai berkali lipat dari harga limit, Alhamdulillah, ini salah satu upaya dari KPKNL dan pemprov,” pungkasnya.

 

(SAM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com