LEBAK

Warga Jaga Kebersihan Meningkat, DLH Lebak Optimis Raih Adipura 2018

Banten.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak optimistis meraih penghargaan Adipura tahun 2018. Hal ini karena kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan mulai meningkat.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan agar Lebak meraih juara Adipura,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak Nana Sunjana di Lebak, Kamis (5/04) dilansir dari Antara.

Untuk mencapai keberhasilan Adipura, di antaranya dioptimalkan kebersihan lingkungan di sejumlah titik yang dijadikan pemantauan tim penilaian Adipura.

Titik pemantauan penilaian Adipura, seperti kawasan Pasar Rangkasbitung, Jalan Prokol Multatuli, Permukiman Masyarakat, Terminal Bus Mandala, Perkantoran, Pengolahan Sampah dan Stasiun KA Rangkasbitung.

Selain itu juga melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah lokasi agar terlihat pemandangan yang cantik, bersih, indah dan asri.

Pemerintah daerah juga melakukan penataan taman-taman kota serta melakukan penghijauan dengan penanaman pohon di jalan protokol. Saat ini, taman kota cukup banyak dan hampir di sudut-sudut kota Rangkasbitung terdapat kawasan taman.

Penataan taman itu, kata dia, suasana perkotaan Rangkasbitung seperti kota wisata dengan kondisi indah, bersih dan tertib.

Saat ini, suhu pada siang hari tidak begitu terik akibat sinar langsung matahari, bahkan masyaraat menikmati tiupan angin.

Pihaknya juga mengoptimalkan pengolahan sampah organik dan non-organik di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dengung.

Sebab, pengolahan sampah itu dapat mendongkrak penilaian Adipura. “Kami yakin berharap meraih nilai skor 73 poin dan jika terealisasi nilai itu maka Lebak bisa ditetapkan meraih Adipura,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga terus melaksanakan program Jumat bersih serta Jumat Terpadu dengan melakukan kebersihan di sejumlah titik pemantauan Adipura.

Selain itu, juga memberi penyuluhan maupun sosialisasi terhadap siswa sekolah dan masyarakat Rangkasbitung untuk melakukan gerakan kebersihan lingkungan dan penghijauan.

Sebab, kebersihan lingkungan tentu melibatkan partisipasi semua komponan masyarakat dan pemerintah daerah.

Penghargaan Adipura diberikan kepada daerah yang bersih, dan ini dinilai sangat positif karena mendorong pemerintah daerah serta masyarakat untuk memelihara kota bersih, asri, indah, nyaman dan tertib.

Kondisi demikian, tentu Adipura sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan ekosistem lainya, karena kebersihan lingkungan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit.

“Pemerintah Kabupaten Lebak pada tahun 1980-an pernah meraih piala Adipura. Saya yakin piala Adipura itu akan direbut kembali tahun depan,” katanya.

Ia mengatakan, syarat meraih Adipura itu terdapat tiga nilai antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu juga peran masyarakat dapat mengelola sampah organik dan non organik untuk dijadikan bahan pupuk dan kerajinan tangan karena memiliki nilai ekonomi.

Disamping itu, juga penyebaran penghijauan tanaman guna mengantisipasi global warning. Pada dasarnya, kata dia, penilaian Adipura itu adalah kebersihan lingkungan, penghijauan dan pengolahan sampah.

“Kita terus mendorong agar masyarakat membudayakan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan juga memanfaatkan sampah melalui pembentukan bank sampah serta penghijauan untuk masa depan bangsa,” katanya.

 

(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com