LEBAK

Wabup Lebak: Penanganan Stunting Harus ‘Dikeroyok’ Bareng-bareng

Banten.co – Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menyatakan untuk menekan angka stunting di daerah itu diperlukan kesadaran dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Penangananya tidak bisa diurus oleh salah satu  organisasi perangkat daerah (OPD) saja,  harus dikeroyok bareng-bareng,” katanya di Rangkasbitung, Selasa (30/7).

Foto: Ist

Ade menyatakan, stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis, namun ditengarai berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental.

Sementara, Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Rosidah Rahmawati, mengatakan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam konvergensi.

“Kepala desa harus mengalokasikan dana desa (DD) bagi pembangunan SDM, untuk tatakelola desa guna meningkatkan wawasan masyarakat. Penggunaan DD di 74 ribu lebih desa di seluruh Indonesia berdampak pada pesatnya pembangunan di desa dalam menurunkan angka stunting,” papar Rosidah.

Lebih jauh, Rosidah menambahkan, diperlukan Rumah Desa Sehat untuk area perbincangan desa dan rembuk stunting selain sebagai tempat musyawarah desa.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam konvergensi stunting, jadi perlu dibangun rumah desa sehat sebagai community center untuk advokasi dan literasi masyarakat,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com