LEBAK

Targetkan Retribusi Pasar Rp3,2 Miliar di 2019, Disperindag Lebak: Kita Kerja Keras

Banten.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten optimistis target retribusi pasar sebesar Rp3,2 miliar tahun 2019 tercapai guna menyumbangkan percepatan pembangunan daerah.

“Kita bekerja keras hingga waktu tiga bulan ke depan untuk merealisikan target retribusi pasar itu,” kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Dedi Setiawan di Lebak dilansir Antara, Selasa (12/11/2019).

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pelayanan dengan melakukan perbaikan dan pembangunan revitalisasi pasar tradisional.

Selain itu juga melaksanakan penataan dan pertamanan agar kondisi pasar menjadi bersih, indah, aman dan kondusif.

Pasalnya, kebijakan pemerintah daerah dalam RPJMD 2019-2024 memfokuskan destinasi wisata guna mendorong pendapatan ekonomi masyarakat.

“Kami yakin melalui penataan pasar dipastikan akan banyak dikunjungi konsumen, sehingga pendapatan pedagang meningkat,” katanya.

Menurut dia, apabila pendapatan pedagang meningkat tentu akan bermuara tingkat kesadaran untuk membayar retribusi pasar tinggi, sehingga tercapai pendapatan asli daerah (PAD).

Saat ini, realisasi pencapaian retribusi pasar hingga pertengahan September 2019 sekitar 60 persen dari target Rp3,2 miliar dari Pasar Rangkasbitung, Wanasalam, Maja, Citeras, Sampay Warunggunung, Muncang, Cijaku dan Banjarsari.

Karena itu, pihaknya meminta petugas mengoptimalkan penagihan retribusi pasar kepada pedagang yang mengisi pertokoan, kios hingga pedagang pengecer.

Retribusian PAD pasar dapat membantu untuk percepatan pembangunan daerah,sehingga akan terwujud kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap dengan waktu tiga bulan kedepan para petugas bekerja keras untuk merealisasikan target retribusi itu,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan merealisasikan pembangunan pasar tradisional.

Selama ini, kata Dedi, jumlah pasar tradisional saat ini di Kabupaten Lebak tercatat 32 pasar tersebar di 28 kecamatan. Namun, status pasar tradisional itu terbagi dua yakni pasar harian dan mingguan.

Selama ini, keberadaan pasar tradsional sangat membantu pemerintah daerah dalam peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami mendorong agar pasar tradisional berkembang guna meningkatkan pendapatan ekonomi warga,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com