BERITA

Rahayu Saraswati Masih Pinjam Sepeda Kawan

Banten.co – Olahraga adalah salah satu faktor menghindari Corona. Asal, dengan juga memperhatikan protokol kesehatan.

Demikian disampaikan goweser Rahayu Saraswati dalam diskusi daring Alpinist Talk, belum lama ini.

“Apapun yang berhubungan dengan daya tahan tubuh olahraga positif. Bahwa kita menghadapi pandemi, harus memikirkan cara mencegah jangan sampai kita kena. Caranya bagaimana dengan olahraga menjaga tubuh. Tidak bisa kita leyeh-leyeh. Kita harus menjaga daya tahan tubuh kita,” ujarnya.

Saraswati, sapaannya mengaku, sebelumnya berolahraga lari. Baru saat pandemi, calon wakil walikota Tangerang Selatan ini mulai mencoba bersepeda.

“Aku jujur selama ini lebih ke lari. Gowes masih baru. Baru belakangan, belum dari jaman kapan. Karena selama ini cukup waktunya cuma buat lari. Tapi sekalinya kena gowes buat kita seneng. Keliling-keliling sama kawan-kawan. Jadi ada kegiatan olahraga,” tambah Saraswati.

Ia juga merasakan perbedaan antara berlari dan bersepeda. Kalau lari, sambung politisi Gerindra ini, bisa jaga jarak, tapi tidak bisa pakai masker. Sementara jika bersepeda, bisa pakai masker.

“Gak ngos-ngosan (kalau bersepeda menggunakan masker). Tapi gak kenceng-kenceng banget. Gak kayak jalur olimpiade, saya gowes santai,” lanjut dia.

Ia pun menceritakan, memulai bersepeda dengan jenis lipat. Itu pun masih meminjam milik teman.

“Sepeda lipat. Ini masih coba-coba. Jangan langsung beli yang paling bagus. Harganya sampai puluhan juta, ratusan juta, berkali-kali lipat harga motor. Buat saya, jujur sekarang masih minjem temen. Walaupun aku akhirnya suka, dan mau beli, pasti yang dibeli buatan lokal. Kita dukung produk lokal,” tandasnya.

Siapa Tahu Tangsel Bisa Seperti Amsterdam

Bersepeda menjadi salah satu fokus Rahayu Saraswati untuk menjadikan Tangerang Selatan lebih baik.

“Aku justru karena mulai gowes, memasukkan program bersepeda di pilkada, yakni jalur sepeda. Agar bersepeda di kota Tangsel jadi lebih sekedar hobi, tapi juga lifestyle,” kata Saraswati, sapaannya.

Warga Tangsel, lanjut calon wakil walikota Tangsel ini, bisa berangkat dari rumah ke tempat kerja pakai sepeda.

“Sebenarnya di area yang bisa dikatakan maju (di Tangsel), sudah ada jalur sepeda. Tapi belum merata. Soal jalur sepeda, juga terkait dengan sistem transportasi yang terintegrasi. Bahkan jika memungkinkan, semua area sepeda di jalan utama ada jalur sepeda,” lanjut Saraswati.

Kemudian, tambah Saraswati, perlu dipikirkan pula cara mengembangkan tempat parkir di stasiun. Jadi warga Tangsel tidak perlu pakai lipat jika ingin berpergian dengan kereta. Selain itu, kalangan menengah ke bawah pun bisa menikmati.

“(Bersepeda) Ini lifestyle sehat. Menekan polusi, membuat sehat, lalu juga memastikan tata kota (berjalan dengan baik). Siapa tahu Tangsel bisa kayak Amsterdam,” imbuhnya.

Kalau sistem transportasi di Tangsel ramah pesepeda dan pejalan kaki, termasuk soal ‘pedestrian sidewalk’, masyarakat semakin dimudahkan. Dan bersepeda bisa benar-benar menjadi gaya hidup.

Bersepeda, Bergerak, Hindari Penyakit

Bersepeda sangat terkait dengan kesehatan, meningkatkan imun tubuh dan menghindari dari penyakit.

“Bersepeda meningkatkan pergerakan. Terkait penyakit kronis bawaan kesehatan masyarakat, dokter bilang penyakit kronis datang karena kita jarang bergerak,” kata Saraswati, sapaannya.

Fakta saat ini, manusia jarang bergerak. Kerja di kantor duduk, berangkat ke kantor dan pulang ke rumah juga duduk.

“Solusi kesehatan adalah dengan bergerak. Dengan bersepeda di ruang terbuka membuat kita sehat, apalagi sekarang sedang pandemi, sehingga lebih minim terpapar Covid-19. Tentu dengan mengenakan masker, jaga jarak, memperhatikan protokol kesehatan,” papar Saraswati yang baru memulai hobi bersepeda.

Terkait dengan banyaknya goweser wanita yang mengalami pelecehan, Rahayu mengecamnya.

“Ini balik lagi, masalah di semua lini. Ada di manapun. Yang kita harus pikirkan adalah karakter, budi pekerti. Kita pastikan masyarakat bahwa perempuan dan anak-anak terlindungi UU,” ujar politisi Gerindra ini.

“Kalau ada pelecehan di ruang publik, jangan kita diam, kita harus kita bersuara. Saya siap jadi saksi. Kita tidak menerima kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan,” lanjutnya

Ia berjanji membangun infrastruktur yang menjamin keamanan pesepeda.

“Penerangan jalan, CCTV itu wajib. ‘Smart city’ adalag bagaimana memberikan keamanan bagi warga. Itu adalah tanggung jawab pemerintah. Dalam revolusi ndustri 4.0 ada teknologi. Minimal ada teknologi untuk melindungi kita di jalan besar dan jalan kecil,” tandas keponakan Prabowo Subianto ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com