LEBAK

Petani Cokelat di Lebak Berharap Panen Tahun Ini Menguntungkan

Banten.co – Sejumlah petani coklat di Kabupaten Lebak, Banten mengharapkan panen kali ini dapat membantu peningkatan kesejahteraan petani dalam masa sulit seperti saat ini.

“Kami berharap panen coklat ini dapat menyumbangkan pendapatan ekonomi keluarga,” kata Husin (55) seorang petani warga Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak dilansir Antara, Minggu (19/4/2020).

Panen coklat tahun ini dinilai menguntungkan, karena produksi dan produktivitas meningkat, terlebih tidak ada serangan hama maupun penyakit tanaman.

Ia memperkirakan produktivitas coklat dari seluas satu hektare bisa menghasilkan panen kering dua ton dengan harga Rp40.000 per kilogram serta proyeksi pendapatan hingga Rp80 juta bagi petani.

Saat ini, petani sedang sibuk memanen perkebunan coklat di kebun-kebun milik masyarakat, bahkan diantaranya ada yang sudah dijemur untuk dikeringkan.

“Meskipun memanen coklat ditengah penyebaran COVID-19, kami tetap mengutamakan aturan pemerintah dengan tidak berkumpul,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pulung (60) seorang petani warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak juga telah menjual coklat kering ke penampung di Pasar Rangkasbitung sebanyak 100 kilogram sebesar Rp4 juta, dengan harga Rp40.000 per kilogram.

Ia mengatakan pengembangan budi daya perkebunan coklat ini bisa menghasilkan tiga kali panen dalam setahun, sehingga dapat membantu pendapatan ekonomi keluarga.

Setiap panen tersebut, Pulung bisa menjual antara 80-100 kilogram dari tanaman seluas 3.000 meter persegi di kebun miliknya.

“Kami sangat terbantu pendapatan ekonomi keluarga dari hasil panen coklat itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pemerintah daerah terus mengembangkan perkebunan coklat yang mampu mendongkrak pendapatan ekonomi petani setempat.

Selama ini, pemerintah daerah dari tahun ke tahun telah menyalurkan bantuan benih coklat kepada petani baik melalui bantuan Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak.

Penyaluran program bantuan benih itu untuk meningkatkan pengembangan perluasan tanaman coklat agar ke depan Lebak menjadi salah satu sentra penghasil kakao.

Selama ini, produksi kakao di daerah itu mencapai 2.280 ton dari lahan seluas 5.752 hektare.

“Kami optimistis ke depan Lebak dapat menjadi sentra coklat di Banten,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com