BERITA

Permintaan Ikan Lele di Banten Terus Meningkat

Banten.co – Peternak budidaya ikan tawar di Kabupaten Lebak memenuhi pasar Provinsi Banten hingga ratusan ton per bulan.

“Sebagian besar kelompok peternak ikan tawar itu jenis ikan lele,” kata Kepala Seksi Budidaya Ikan Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Ahyani di Lebak, ditulis Selasa (12/4).

Pemerintah daerah terus menggenjot produksi ikan tawar jenis lele karena permintaan pasar cenderung meningkat. Saat ini, kelompok budidaya ikan lele bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal di Provinsi Banten dan tidak mendatangkan dari luar daerah.

Untuk itu, pihaknya mengoptimalkan pembinaan kepada kelompok peternak ikan tawar agar usaha mereka berkembang.

Ia menjelaskan, budi daya ikan tawar cukup menggiurkan karena permintaan pasar Banten yang cukup tinggi, mencapai dua juta ton per tahun.

Namun, katanya, pembudidaya ikan tawar Kabupaten Lebak hingga saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar tersebut.

“Kami terus membina kelompok-kelompok usaha budi daya ikan tawar dengan revitalisasi peningkatan produktivitas dan penerapan varietas bibit unggul,” katanya.

Ia mengatakan, jumlah kelompok pembudidaya ikan tawar di daerah itu tercatat 219 kelompok dan sebanyak 345 unit pembenihan rakyat (UPR) tersebar di 28 kecamatan.

Sementara produksi ikan tawar mencapai 3.416,73 ton, di antaranya ikan dari kolam sebanyak 2.145,79 ton, sawah 1.089,10 ton, keramba 58,93 ton, kolam air deras 72,09 ton, jaring apung 44,64 ton, dan tambak 98.15 ton.

Mereka membudidayakan ikan tawar di antaranya ikan mas, nila, gurami, dan lele. Namun, kebanyakan kelompok pembudidaya ikan itu jenis ikan lele karena permintaan pasar cenderung meningkat. “Kami menargetkan tahun 2017 peternak budi daya ikan tawar bisa berswasembada,” katanya.

Ia menyebutkan, potensi pengembangan usaha ikan tawar di Kabupaten Lebak cukup besar karena ketersediaan air yang melimpah dengan pompanisasi secara terpadu. Wilayah Kabupaten Lebak memiliki ratusan sungai, situ, embung, dan saluran irigasi.

Saat ini, pembudidaya ikan tawar di Kecamatan Warunggunung, Sajira, Maja dan Cileles sudah mampu memasok pasar lokal jenis ikan lele dan gurami.

Bahkan, katanya, ikan lele untuk memenuhi kebutuhan pedagang pecel lele di Pasar Rau Kota Serang dan Rangkasbitung didatangkan dari hasil pembudidaya Warunggunung dan Maja.

“Kami yakin pengembangan usaha pembudidaya ikan tawar sangat prospektif untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua Kelompok Lele Ciberang Desa Sajira Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Rusmin mengatakan pihaknya mengembangkan budidaya ikan lele itu di kolam dengan produksi enam ton per bulan.

Saat ini, produksi ikan tersebut bisa memenuhi pasar lokal sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi. “Kami setiap produksi bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 12 juta/bulan,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com