BERITA

Pengadilan Agama Tigaraksa Tangani 6.255 Kasus Perceraian di 2017

BANTEN.co – Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten menangani sebanyak 6.255 kasus perceraian sepanjang 2017.

Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa

“Sebanyak 85% sudah ada putusan dan selebihnya masih dalam proses persidangan,” kata pejabat Humas Pengadilan Agama Tigaraksa Jaenudin di Tangerang, Rabu (10/01).

Jaenudin mengatakan penyebab perceraian karena suami atau istri yang berselingkuh atau menikah secara siri sebesar 98%.

Penyebab lainnya adalah masalah ekonomi 84%, kasus kekerasan dalam rumah tangga 78%, perzinaan 66%, ditinggal pergi 51%.

“Penyebab lain adalah karena suami sering mabuk minuman keras, berjudi dan tindak kriminalitas yang saat ini berada dalam penjara sebesar 42%,” ujarnya.

Demikian pula penyebab perceraian karena kawin paksa sebesar 35% dan terakhir adalah adanya pasangan yang murtad (pindah agama dari Islam ke agama lain) sebesar 12%.

Menurut dia pengajuan cerai dominan oleh pihak perempuan yang berusia rata-rata 20 hingga 40 tahun. “Biduk rumah tangga yang dijalin sudah puluhan tahun, tiba-tiba runtuh karena suami ketahuan selingkuh dari media social,” ucapnya.

Namun setiap tahun ada peningkatan 320 kasus gugatan cerai yang dilayangan oleh pasangan suami atau istri.

Sesuai data bahwa kasus perceraian hanya 10% yang berhasil rujuk melalui mediasi para hakim dan istri yang paling banyak mengajukan gugatan. “Akibat perceraian orang tua mereka berpengaruh besar terhadap perkembangan psikologi anak,” pungkas Jaenudin.

Data perceraian di Pengadilan Agama Tigaraksa pada tahun 2016 sebanyak 5.578 kasus, tahun 2017 (6.255 kasus), tahun 2015 (4.700 kasus) dan tahun 2014 (4.200 kasus).

(Prast)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com