Uncategorized

Pemprov Banten Ingatkan Pengusaha Beras Daftarkan PSAT

BANTEN.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mengingatkan kepada pengusaha atau pelaku usaha beras untuk memiliki nomor pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) sebagai syarat mendapatkan ketetapan mutu dan harga eceran tertinggi (HET).

Ketua OKKPD Provinsi Banten Ali Fadillah didampingi Kasi Pengawasan Pangan Lim Elfiza di Serang, Senin (04/12) mengatakan, bagi yang belum pernah mendaftar, wajib melakukan pendaftaran awal ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKP-P) atau ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D).

“Sedang yang sudah pernah mendaftar wajib melakukan pendaftaran ulang untuk mendapatkan ketetapan mutu dan harga eceran tertinggi (HET),” katanya.

Sementara, Ali Fadillah Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten mengatakan imbauan kepada pelaku usaha beras untuk mendaftarkan ke OKKP-D untuk mendapatkan nomor PSAT ada kaitannya dengan telah terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No 31/Permentan/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras dan Peraturan Menteri Perdagangan No 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang  Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kedua Peraturan Menteri ini memiliki tujuan yang saling melengkapi yaitu untuk melindungi hak konsumen, menjaga stabilitas harga beras serta memudahkan dalam pemantauan dan pengawasan mutu beras. “Agar mendapatkan kualitas beras yang memadai dan harga yang terjangkau,” katanya.

Dengan adanya HET, kata Fadillah, akan terkontrol mulai dari sisi produksi sampai pengolahan, dan yang lebih utama adalah adanya kejelasan kelas mutu melalui penyataan kriteria premium atau medium untuk beras yang dipasarkan.

“Kebijakan ini membuktikan bahwa pemerintah hadir di masyarakat. Nampak kebijakan ini membawa spirit melindungi petani dan konsumen, serta tetap menjaga pedagang memperoleh keuntungan yang wajar,” kata Fadillah.

Penetapan HET beras kualitas medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi sebesar Rp9.450/kg dan Rp12.800 untuk jenis premium.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera –-tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan–-, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, HET ditetapkan bahwa beras kualitas medium Rp9.950 dan premium Rp13.300 per kilogram. Sementara, untuk Maluku termasuk Maluku Utara dan Papua, HET beras kualitas medium sebesar Rp10.250 per kilogram dan Rp13.600 untuk beras jenis premium. “HET beras medium Rp9.450 per kilogram itu umumnya adalah daerah produsen beras,” katanya.

Sekedar informasi, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras adalah harga jual tertinggi beras kemasan dan/atau curah di pasar rakyat, toko modern dan tempat penjualan eceran lainnya.

Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKP-P) adalah Institusi atau unit kerja di lingkup Kementerian Pertanian yang sesuai dengan tugas fungsinya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian.

Sedangkan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) adalah institusi atau unit kerja di lingkup Pemerintah Daerah yang sesuai dengan tugas fungsinya diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan Sistem Jaminan Mutu Pangan Hasil Pertanian dan telah lulus verifikasi oleh OKKP-P. (Prast)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com