BERITA

Pemprov Banten Akan Selesaikan 3 Isu Strategis Hingga 2021

Banten.co – Gubernur Banten, Wahidin Halim menyatakan Pemprov Banten akan menyelesaikan beberapa isu strategis hingga tahun 2021. Isu strategis itu seperti daya saing SDM, infrastruktur dan tata kelola pemerintahan.

“Berdasarkan kondisi yang ada rancangan isu strategis yang akan kita selesaikan pada tahun 2021 meliputi tiga hal. Daya saing sumber daya manusia, kuantitas dan kualitas infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan,” kata Wahidin Halim di Serang, Rabu (18/12/2019).

Sehingga, kata dia, untuk rancangan tema RKPD 2021 yaitu akselerasi daya saing daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemantapan infrastruktur.

Lanjut Wahidin, langkah untuk mencapai reformasi birokrasi, Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan upaya pembentukan budaya kinerja melalui pengajian rutin, rapat pimpinan awal bulan, apel kesadaran bulanan, pemantapan nilai kebangsaan dengan kopassus, assesment dan open bidding, absen dengan finger print serta punishment baik pemberhentian dari jabatan sampai diberhentikan dari ASN.

“Alhamdulilah, upaya ini sudah diapresiasi berbagai pihak,” katanya.

Bahkan, kata dia, yang perlu dibanggakan dan disyukuri, KPK sudah mengakui bahwa Banten sudah mulai keluar dari zona merah korupsi, sehingga bisa meraih Penghargaan Pencegahan Korupsi dari KPK sebagai terbaik ketiga nasional.

“Pada sisi pembangunan infrastruktur telah meraih innovation award di Padang, jalan kewenangan provinsi yang belum bagus tinggal menyisakan 14 kilometer, pembangunan jalan provinsi di tahun 2019 sudah di atas 85%, kemudian revitalisasi Banten Lama sudah berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan sehingga mendapat penghargaan pelopor revitalisasi Banten Lama,” jelas Wahidin lagi.

Selain itu, kata dia, mulai dibangunnya sport centre dengan skema tahun jamak senilai Rp900 miliar, dan terakhir terbangunnya jalan Citorek-Warung Banten sudah berbuah terbukanya kawasan Wisata Negeri Di Atas Awan yang dilengkapi oleh pembangunan masjid yang didanai oleh infaq para ASN di Provinsi Banten.

“Pada 13 proyek strategis nasional, kita terus lakukan pengendalian secara optimal, agar pencapaiannya sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” katanya.

Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas, kata dia, diantaranya melalui pembangunan delapan unit unit sekolah baru, 519 ruang kelas baru, penyaluran Bosda pendekatan jumlah siswa, dan pelaksanaan PPDB tanpa gejolak yang berarti dan biaya murah, sehingga berdampak pada peningkatan APM dan rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten.

Untuk kesehatan, kata dia, Pemprov Banten telah membangun gedung poliklinik di RSUD Malingping, membangun RSUD Banten sehingga layak menjadi rumah sakit rujukan regional setinggi 8 lantai, membangun rumah sakit di Cilograng Kabupaten Lebak dan membangun rumah sakit jiwa, sehingga akan terus berkontribusi bagi pengurangan angka kematian ibu dan kematian anak.

Menurutnya, guna meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, Pemerintah Provinsi Banten mulai mengembangkan kopi pada tiga sasaran daerah pengembangan. Kita tekadkan Banten sebagai daerah sentra jengkol, serta memperbanyak jumlah UKM yang bisa ekspor dan memasarkan produknya secara online.

“Indonesia memiliki tantangan untuk mencapai visi 2045. Melalui transformasi ekonomi yang harus didukung oleh industrialisasi dengan memanfaatkan sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi,” tungkas Wahidin.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com