BERITA

Objek Wisata Lebak Kurang Dilirik Investor, Kenapa?

Banten.co – Objek wisata di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hingga kini kurang dilirik investor domestik maupun mancanegara sehingga belum signifikan menyumbangkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB).

Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal Data Pengamanan  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Yahya Sukmana mengatakan, selama ini potensi objek pariwisata di daerah ini dinilai luar biasa dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Banten.

“Apalagi, Kabupaten Lebak sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta sehingga peluang besar bisa mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara,” ujarnya, Rabu (15/11)

Potensi pariwisata itu antara lain pesisir pantai selatan, arung jeram, pemandian air panas, budaya Badui dan masyarakat kaolotan. Selain itu, wisata sejarah Multatuli dan wisata alam, seperti goa juga kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Saat ini, potensi pariwisata kurang dilirik oleh investor sehingga belum mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) juga penyerapan lapangan pekerjaan.

Karena itu, pemerintah daerah memberikan kemudahan-kemudahan proses perizinan bagi investor yang akan menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Kemudahan proses perizinan itu diharapkan para investor dalam negeri dan luar negeri dapat menanamkan modal usaha di bidang pariwisata di Kabupaten Lebak. “Kami yakin jika pariwisata itu dilirik investor maka dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, penyebab pariwisata di Kabupaten Lebak kurang dilirik investor antara lain belum optimalnya promosi.

Bahkan, pihaknya belum lama ini akan mengikuti promosi pada even pariwisata di negara Singapura dibatalkan. Selain itu, buruknya infrastuktur dan terbatasnya sarana angkutan transportase udara maupun darat. Begitu juga minimnya fasilitas penginapan, pusat perbelanjaan, bank, pemenuhan air bersih, jaringan penerangan listrik dan sarana umum lainnya.

Dengan demikian, kata dia, para investor kurang melirik menanamkan modalnya di sektor pariwisata di Kabupaten Lebak. “Saya kira potensi pariwisata Lebak jika dikelola oleh investor dipastikan bisa mendunia, diantaranya Pantai Sawarna dan wisata budaya Badui,” katanya.

Sementara, pemerhati ekonomi dari Rangkasbitung Encep Chaerudin mengatakan pemerintah daerah harus mengoptimalkan promosi pariwisata di tingkat regional maupun mancanegara.

Sebab, objek pariwisata Kabupaten Lebak memiliki 25 destinasi wisata sehingga bisa menggaet wisatawan domestik dan mancanegara.

Pariwisata di daerah ini sangat luar biasa melalui destinasi wisata budaya masyarakat Badui karena memiliki keunikan suku terasing.

Wisata budaya Badui memiliki nilai jual yang mendunia, seperti kehidupan komunitas suku Aborigin di Australia, suku Amish di Amerika Serikat, atau suku Incha di Manchu Pichu Peru.

Masyarakat Badui hingga kini masih mempertahankan adat istiadat dan menolak kehidupan modern. Kawasan hutan yang dihuni masyarakat Badui seluas 5.100 hektare tanpa jalan, jaringan listrik, televisi, radio, dan kendaraan. “Banyak para antropolog dari luar negeri datang ke Badui untuk melakukan penelitian,” katanya. (Inka/Ant)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com