EKONOMI

Menparekraf Luncurkan Santripreneur Dorong Santri Jadi Wirausaha Digital Demi Indonesia Bangkit

Banten – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan program “Santri Digitalpreneur Indonesia” yang merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi para santri dalam rangka pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dengan melibatkan para pelaku industri sebagai mentor pembimbing.

Kegiatan ini difokuskan pada lingkup ekonomi kreatif yang berfokus pada pengembangan konten digital dan pengelolaan Intelectual Property secara komprehensif sehingga bisa menghasilkan nilai tambah secara maksimal.

“Program ini diharapkan menumbuhkan kemampuan para santri agar semakin kreatif, inovatif, dan adaptif, sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian khususnya di sektor teknologi dan digital,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat peluncuran program “Santri Digitalpreneur Indonesia”, Senin (13/9/2021) malam.

“Transformasi digital adalah salah satu cara kita untuk memaknai pembangunan kemerdekaan kita. Dalam era digital seperti ini, berdakwah tidak perlu dilakukan secara konvensional karena digitalisasi membuka peluang komunikasi, digitalisasi telah menyediakan informasi yang bisa dilakukan melalui konten digital. Dengan demikian 4,3 juta santri di 31.385 di Indonesia berpotensi menjadi platform yang sangat potensial untuk umat Islam dan juga Indonesia untuk mendorong Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Menparekraf Sandiaga.

Namun, Menparekraf menjelaskan, para santri harus dibekali dengan soft skill dan berbagai keterampilan. Bukan hanya mengerti dan melek dunia digital, tapi mampu menyiapkan diri sebagai entrepreneur seperti berjualan online dan menciptakan konten-konten yang kreatif di dunia maya.

Melalui program ini para santri bukan hanya diajarkan keterampilan membuat konten, tetapi juga dikenalkan bagaimana bisa menghasilkan produk-produk turunan dari sebuah hasil karya digital. Berbagai pelatihan yang akan diberikan antara lain, Digital Creative Content, yaitu pembuatan animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Selain itu, akan diberikan pula pelatihan mengenai Creative Audio Production, yaitu pembuatan podcast, belajar menjadi dubber/pengisi suara, serta menjadi content creator intelectual property seperti merchandising, licensing, dan activations.

“Kita kembangkan minat dan kemampuan para santri dalam menghasilkan produk-produk yang insya Allah akan meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah kita,” kata Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan, “Santri Digitalpreneur Indonesia” tahun ini merupakan pilot project dan merupakan rangkaian dalam rangka menyambut momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang.

Diharapkan program ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga dapat dilaksanakan kembali tahun depan dengan lebih banyak lagi penambahan jenis pelatihan seperti coding, games, web development, digital marketing, dan pelatihan program entrepreneurship lainnya dalam rangka mendorong ekonomi kreatif dengan target peserta adalah 1.000 pondok pesantren.

“Kita Insya Allah siap mendorong para santri untuk memahami teknologi dan digitalitasi, menjadi pandemic winner tanpa mengurangi esensi dari syiar dan dakwah itu sendiri,” ujar Sandiaga.

Para santri dapat mendaftar program ini melalui website www.santridigitalpreneurindonesia.com. Pendaftaran dibuka mulai malam ini hingga 19 September mendatang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com