LEBAK

Masuki Musim Hujan, Distanbun Lebak Targetkan Luas Tanam Padi Capai 47.000 Hektare di November-Desember 2019

Banten.co – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Banten menargetkan luas tanam padi mencapai 47.000 hektare pada November-Desember 2019 sehubungan memasuki musim penghujan.

“Hari ini petani sudah melaksanakan pengelolaan sawah untuk ditanami padi,karena curah hujan cenderung meningkat,” kata Kepala Bidang Produksi Pangan Distanbun Kabupaten Lebak Iman Nurzaman di Lebak, Minggu.

Curah hujan di wilayah Kabupaten Lebak cenderung meningkat dan berpeluang sore hari dengan kapasitas sedang dan lebat. Para petani mulai mengelola areal persawahan, karena persediaan air hujan cukup membantu untuk tanaman padi.

Distanbun Lebak mengeluarkan instruksi agar petani untuk melakukan gerakan percepatan tanam pada November-Desember 2019, karena memasuki musim hujan.

“Kami berharap percepatan tanam itu bisa menghasilkan produksi pangan Januari-Februari 2020,” katanya.

Menurut dia, pihaknya meminta petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL), gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Koptan) agar melakukan gerakan tanam padi serentak.

Percepatan tanam serentak untuk mendukung swasembada pangan nasional. Sebagian besar areal persawahan Kabupaten Lebak sawah tadah hujan,sehingga peluang hujan meningkat dapat dimanfaatkan melalui percepatan tanam.

Sebab, lanjutnya, manfaat percepatan tanam itu, nantinya bisa dipanen secara bersamaan juga dapat menghindari serangan hama dan penyakit tanaman lainnya. Selain itu juga penanaman secara serentak juga memiliki nilai ekonomis dan tidak merugikan petani.

“Kami menginstruksikan agar petani dapat melaksanakan percepatan tanam pada November-Desember itu,” katanya.

Sejumlah petani di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak menyatakan, sudah melaksanakan percepatan tanam karena curah hujan meningkat sehingga bisa memenuhi ketersediaan pasokan air.

Mereka  sudah menerapkan teknologi dalam pengelolaan sawah dengan menggunakan traktor.

“Hanya dua hari menggunakan traktor kami bisa mengolah garapan tanaman padi seluas satu hektare,” kata Samsun, seorang petani warga Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com