BERITA

Lebak Jadi Sentra Penghasil Bambu Terbesar di Banten

Banten.co – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak Kosim Ansori mengatakan, wilayah Lebak merupakan sentra penghasil bambu terbesar di Provinsi Banten. “Hampir semua kecamatan di Lebak terdapat perkebunan bambu,sehingga bisa memenuhi pasokan kebutuhan luar daerah,” kata Kosim di Lebak, Senin (1/8).

Saat ini, bambu Kabupaten Lebak dipasok ke Tangerang, Jakarta, Bekasi dan Karawang hingga ratusan kubik per hari. Mereka memasok bambu tersebut untuk kebutuhan material bangunan, pagar, kerajinan rumah tangga juga reklamasi.

Saat ini, produk bambu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena berdasarkan data tercatat 1.199 rumpun, 11 juta batang, produksi 2,4 juta dengan areal seluas 2.000 hektare. Pemerintah daerah terus mendorong produk lokal tersebut dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

“Kami terus melakukan pembinaan agar petani terus mengembangkan tanaman bambu berbagai jenis untuk menjadikan andalan pendapatan masyarakat pedesaan,” katanya.

Menurut dia, populasi bambu di Kabupaten Lebak masuk kategori terbesar di Provinsi Banten dan menyumbangkan kesejahteraan masyarakat. Namun, petani masih mrnganggap tanaman bambu tersebut masuk tanaman sampingan dibandingkan pertanian pangan.

Karena itu, pihaknya ke depan tanaman bambu ini menjadikan andalan ekonomi masyarakat. “Kami yakin dengan pengembangan tanaman bambu itu diharapkan bisa menjadikan pendapatan tetap bagi petani,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini produk kebanggan bambu Kabupaten Lebak yakni bambu betung dan tumbuh di beberapa kecamatan antara lain Rangkasbitung, Sajira, Cimarga, Muncang, Bojongmanik dan Cirinten.

Keunggulan bambu betung itu antara lain, memiliki kekuatan hingga puluhan tahun juga cukup besar dibandingkan bambu lainnya.

Bahkan, kekuatan bambu betung yang digunakan Belanda untuk membangun proyek Stasiun Tanjungpriuk, Jakarta hingga kini masih ada. “Kami optimistis bambu betung menjadikan andalan ekonomi masyarakat karena nilai jualnya Rp15.000 per batang,” katanya.

Ia juga menyebutkan, diperkirakan omzet kerajinan bambu di Lebak mencapai Rp2,9 miliar per tahun dari 1.503 unit usaha yang dikelola masyarakat. Pemerintah daerah terus membina kelompok-kelompok usaha kerajinan bambu yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak.

Para pengrajin bambu tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Sajira, Cirinten, Lebak Gedong, Cibeber, Bojongmanik, Cijaku dan Rangkasbitung. Selain itu juga terdapat perusahaan CV Shaniqua Marigold Bamboo yang menghasilkan produk mebeuler bambu yang produksinya di ekspor ke Prancis, Jerman, Portugal dan Belanda dengan omzet Rp1,7 miliar.

“Kami merasa terbantu dengan tumbuhnya usaha kerajinan bambu karena dapat meningkatkan pendapatan warga,” katanya.

Banten | Ant | Yoko

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com