BERITA

KPAI: Usut Tuntas Kasus Peredaran Narkoba di Sekolah

Retno Listyarti, Komisioner KPAI bersama Ketua KPAI, Susanto

Banten.co – Polsek Kembangan Jakarta Barat pada 15/1/2019, menyita 355 gram sabu dan 7910 butir dan psikotropika golongan IV serta obat-obatan daftar G dari sebuah lab sekolah. Barang tersebut ditemukan sebuah laboratorium sebuah sekolah di Jakarta Barat. Adalah DL dan CP, kakak beradik yang mendesain tempat tersebut menjadi gudang penyimpanan sekaligus tempat tinggal.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI mengatakan, DL dan CP merupakan karyawan dari sekolah tersebut. Status keduanya pegawai honorer. Sejak enam bulan terakhir tinggal di laboratorium sekolah.

“Keduanya memanfaatkan salah satu ruangan yang disulap menjadi tempat tinggal sekaligus gudang penyimpanan narkoba,” ucapnya diketerangan resmi yang diterima, Jumat (18/1).

Menurut pihak sekolah, lanjut Retno, DL dan CP  menumpang tanpa izin. Sekolah tidak keberatan mungkin karena orangtua mereka seorang pejabat di sekolah tersebut.

Terkait  temuan gudang penyimpanan narkoba oleh pihak kepolisian tersebut, kata Retno, KPAI menyampaikan keprihatinan  atas adanya kasus gudang penyimpanan narkoba di sebuah lembaga pendidikan. Hal ini akan menjadi  preseden buruk bagi dunia pendidikan dan berpotensi mengancam anak-anak kita dari bahaya narkoba.

“KPAI mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan tidak hanya fokus pada kasus fisik gudang penyimpanan narkobanya saja, tetapi juga menyelidiki apakah kedua terduga pelaku juga melakukan jual beli narkoba di lingkungan sekolah yang melibatkan para siswanya,” ucap Retno.

Menurutnya, jika terjadi pengedaran di lingkungan sekolah yang menargetkan siswa, maka diperlukan tindaklanjut  berupa rehabilitasi bagi para siswa, jika ada yang menggunakan narkoba di sekolah tersebut.

“KPAI mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta  untuk memeriksa pihak sekolah, agar modus terduga pelaku semacam ini perlu diwaspadai sekolah agar tidak terulang, baik di sekolah yang bersangkutan maupun di institusi pendidikan lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Retno menegaskan, KPAI meminta pihak Kepolisian, Media Massa/pers  dan Dinas  Pendidikan DKI Jakarta untuk tidak membuka nama dan identitas sekolah agar para siswa, para guru dan sekolah sebagai institusi pendidikan tidak mengalami stigma negatif dari publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com