HUKUM

Korupsi Alkes Banten, Direktur Pemenang Tender Itu Profesi Aslinya Sopir

Ilustrasi alkes. | Foto : Istimewa

Ilustrasi alkes. | Foto : Istimewa

Banten.co – Yusuf Supriyadi yang menjabat sebagai direktur PT Adca Mandiri diketahui ternyata berprofesi sebagai supir pribadi Dadang Supriyatna.

Adca Mandiri merupakan perusahaan yang memenangkan tender proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS Rujukan Pemprov Banten Tahun Anggaran 2012.

Adca Mandiri didakwa memenangkan dua proyek pengadaan, yaitu alat kedokteran radiologi serta sarana penunjang, pelayanan kebidanan, penyakit jantung, plo syaraf dan ortopedi.

“Saya driver-nya Pak Dadang sejak 2008. Memang waktu itu saya ditunjuk menjadi direktur oleh Pak Dadang, tahun 2010. Kalau misalkan ada tender-tender,” ungkap Yusuf ketika bersaksi di sidang lanjutan kasus korupsi alkes di RS Rujukan Pemprov Banten Tahun Anggaran 2012, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (5/4).

Dia menambahkan, meskipun statusnya sebagai direktur, namun dia tidak memiliki kuasa atas perusahaan itu, karena pemilik sebenarnya adalah Dadang.

Penjelasan Yusuf, segala berkas pengajuan peserta tender alkes disusun oleh staf Dadang. “Itu perusahaan punya Pak Dadang, ikut tender pengadaannya saya tahu tapi yang mempersiapkan berkas tender Ahmad Syaifuddin, staf Pak Dadang,” jelas dia.

Menurut Yusuf, selama dirinya menjadi direktur hanya ‘bertugas’ meneken berkas-berkas sesuai dengan instruksi Dadang. Ironisnya, meski diangkat menjadi direktur, namun Dadang tetap menggaji dirinya sesuai upah pengemudi pribadi. “Pekerjaannya hanya tanda tangan. Saya digaji, tetapi tidak dapat gaji direktur. Gajinya sesuai gaji supir,” terang dia.

Yusuf berkomentar, dirinya pun pernah diperintahkan Dadang untuk mengantar amplop cokelat berisi uang tunai kepada mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan alkes dokter Jana Sunawati dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dokter Djaja Buddy Suhardja.

“Pernah disuruh mengantar uang ke rumah Ibu Jana, orang Dinas Kesehatan, lebih dari sekali, diperintah Pak Dadang. Pernah ke Pak Djaja, kepala dinas, dua kali. Semua atas perintah Pak Dadang,” ujar dia.

Sementara, Dadang Supriyatna adalah mantan karyawan PT Bali Pacific Pragama (BPP) yang merupakan perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Reporter : Idm

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com