NASIONAL

Harga Jual Gabah di Kabupaten Garut Masih Normal

Banten.co – Harga jual gabah basah jenis Sarinah di Kabupaten Garut, Jawa Barat,  pada panen pertama musim hujan 2019 masih bertahan normal sama seperti musim kemarau 2018 sebesar Rp4.700 per kilogram.

“Alhamdulillah, masih memberikan keuntungan bagi petani di Garut,” kata Asep Suyud, petani di Kampung Lengkong, Desa/Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (28/3/2019).

Asep menuturkan, nilai jual gabah basah itu dalam kondisi seadanya dari petani, jika hasil pilihan sebelumnya nilai jualnya bisa lebih tinggi yaitu Rp5 ribu per kilogram.

Asep mengatakan, lebih memilih menjual dengan kondisi gabah basah daripada kering karena lebih praktis langsung ditangani oleh pembeli atau pemborong.

“Harga normal Rp5 ribu itu kalau kondisi gabah bersih hanya bulir padinya saja, kalau harga Rp4.700 kadang ada padi yang kosong,” katanya.

Menurut dia, produksi padi di areal persawahan Desa Samarang cukup bagus dengan kondisi air normal saat musim kemarau maupun hujan.

Pada musim awal tahun, kata dia, produksi mencapai 7 kuintal gabah basah dari 100 tumbak areal persawahan di Desa Samarang.

“Produksi padi 100 tumbak per 7 kuintal, selama ini belum mencapai 1 banding 1 atau 100 tumbak 100 kuintal, seharusnya yang bagus 100 tumbak 1 ton,” katanya.

Petani lainnya di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Muhamad Jalaludin mengatakan, harga jual gabah  basah jenis Sarinah maupun lainnya di daerah Banyuresmi dalam kondisi normal sebesar Rp4.500 per kilogram dengan hasil panen yang cukup bagus.

Menurut dia, nilai jual itu masih memberikan keuntungan bagi petani pada musim panen awal 2019 atau panen pertama setelah melewati musim kemarau. “Harga tersebut normal, tidak sampai jatuh, sekarang hasil panen juga bagus,” katanya.

Ia menyampaikan, harga jual gabah basah biasanya bisa anjlok pada kisaran Rp4 ribu per kilogram ketika di berbagai daerah sedang panen raya.

Ia mencontohkan, jika daerah Pantai Utara sedang panen raya bisa memengaruhi nilai jual gabah ke daerah lain, salah satunya Kabupaten Garut.

“Harga gabah bisa jatuh kalau di Pantai Utara panen, itu harga bisa memengaruhi ke sini, ke Garut,” katanya.

Sementara itu, saat ini areal persawahan di Kabupaten Garut sedang tahap perawatan menunggu musim panen raya yang diprediksi pada Mei 2019. (Ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com