PANDEGLANG

Gubernur Irna: Tidak Boleh Ada Anak Tidak Sekolah

Ilustrasi sekolah. | Foto : Istimewa.

Ilustrasi sekolah. | Foto : Istimewa.

Banten.co – Pemerintah Kabupaten Pandeglang berupaya mengentaskan angka putus sekolah sehingga dalam beberapa tahun ke depan diharapkan tidak ada lagi anak putus sekolah.

“Pemerintah Kabupaten Pandeglang bertekad menghilangkan angka putus sekolah. Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah dengan alasan apa pun,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pandeglang, Rabu (12/4).

Mengentaskan angka putus sekolah merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan program memberantas kemiskinan.

Bidang pendidikan merupakan prioritas pembangunan Pemkab Pandeglang. Karena itu diharapkan pada 2017 ini tidak ada lagi anak putus sekolah karena alasan apapun.

Tingkat angka putus sekolah di daerah itu, setiap tahun mengalami penurunan. Pada 2015 angka putus sekolah SD, SMP dan SMA/sederajat mencapai 1.159 anak, tahun 2016 turun menjadi 525 anak.

Menurut dia, dari angka tersebut hampir lima puluh persennya berkurang, dan ini merupakan hasil dari program Pemkab Pandeglang yang ingin mengentaskan angka putus sekolah dan mendorong peningkatan derajat pendidikan masyarakat.

“Antara angka putus sekolah dan kemiskinan ada mata rantai. Maka kalau kita ingin memberantas kemiskinan harus dihilangkan antka putus sekolahnya,” katanya.

Pemkab, kata dia, berkeinginan semua masyarakat minimal bisa lulus SMA/sederajat. Menurut dia, melalui sebenarnya untuk saat ini tidak ada alasan masyarakat tidak menyekolahkan anaknya, karena biaya sudah ditanggung pemerintahuan melalui Bantuan Operasin Sekolah (BOS).

Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang menyebutkan rata-rata lama sekolah untuk di Pandeglang masih 6,6 tahun atau baru sampai kelas 1 SMP.

Berdasarkan data, anak dari keluarga miskin yang tidak sekolah masih sangat tinggi itu didominasi anak usia SMA yang mencapai angka 22.096 anak.

Untuk anak usia SD, sebanyak 4.898 anak dari keluarga miskin tidak sekolah. Sedangkan untuk usia SMP, sebanyak 12.085 anak dari keluarga miskin yang tidak sekolah.

Antara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com