Dua Pekerja Diduga Positif COVID-19, Operasional Pabrik PT Eds Manufacturing Indonesia di Balaraja Dihentikan Sementara

Banten.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menghentikan sementara pengoperasian pabrik PT Eds Manufacturing Indonesia di Desa Saga pasca meninggalnya dua pekerja yang diduga positif terjangkit COVID-19.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan penghentian pabrik itu selama 14 hari ke depan sejak hari ini agar dapat memutus mata rantai virus corona.

“Seluruh pekerja di pabrik tersebut diharuskan menjalani ‘rapid test’ dan hasilnya diserahkan ke pemerintah setempat,” katanya di Tangerang, Senin (27/4/2020).

Bupati Tangerang, Banten, Ahmed Zaki Iskandar menyerahkan surat penghentian sementara pabrik kepada pimpinan PT EDS di Kecamatan Balaraja. (Humas Pemkab Tangerang)

Ahmed mengatakan penghentian pabrik itu sebagai bukti bahwa pemerintah hadir untuk melindungi agar tidak meluas terkena COVID-19 kepada pekerja lainnya. Setelah itu, katanya, petugas melakukan penelusuran ke pihak keluarga jika ditemukan hasil yang positif dari pemeriksaan tersebut.

Meski begitu, pihaknya memberikan kebijakan kepada pekerja maksimal 10 orang bagian administrasi maupun akunting untuk tetap masuk kerja, karena berkaitan dengan masalah administrasi dan keuangan perusahaan. Perusahaan tersebut memiliki sekitar 5.200 pekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Jarnaji mengatakan pihaknya sudah memberikan kebebasan kepada perusahaan dalam operasional saat berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, pada saat operasional perusahaan harus mematuhi aturan dan protokol demi mencegah penularan COVID-19 di kalangan pekerja. “Aturan tersebut semakin diperketat karena ada dua pekerja yang diduga positif COVID-19 meninggal dunia,” tegasnya.

Salah seorang manajemen PT PEMI, Sugeng Harianto mengatakan pihaknya mematuhi aturan tersebut, bahkan pimpinan sepakat untuk meliburkan pekerja.

Pihak manajemen, kata Sugeng, berupaya untuk memberikan edukasi kepada pekerja dan warga sekitar terkait ada pekerja yang meninggal. Bahkan, ada kesepakatan untuk meliburkan pekerja hingga 14 hari sesuai surat dari Bupati Tangerang. (Ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com