BERITA

Distanak Dorong Peningkatan Penggunaan Pupuk ke Petani

Banten.co – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten terus mendorong peningkatan penggunaan atau konsumsi pupuk oleh petani dalam upaya meningkatkan produktivitas padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Senin (25/7), mengatakan penggunaan pupuk pada lahan pertanian di Banten masih belum optimal. Dari catatan yang ada penggunaan pupuk pada petani kisarannya masih pada angka 24 persen dari alokasi dalam setahun, dengan penggunaan air 14 persen dan penggunaan sistem penanaman jajar legowo 18 persen.

Padahal, kata Agus, seharusnya petani mampu menggunakan pupuk sebagai nutrisi lahan persawahan idealnya sudah diatas 30 persen.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi, sekaligus rapat kordinasi terkait pengawasan pupuk bersubsidi di Banten,” kata Agus M Tauchid usai rapat kordinasi pengawasan pupuk bersubsidi di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Banten.

Agus mengatakan, komposisi penggunaan pupuk oleh petani di Banten diantaranya, untuk pupuk jenis urea sebanyak 144 kilogram per hektare pupuk MPKk sebanyak 75 kilogram per hektare dan pupuk organik sekitar 20 kilogram per hektare.

Oleh karena itu, Distanak mendorong kepada para petani untuk meningkatkan penggunaan pupuk bagi lahan pertaniannya. Dengan demikian produksi padi yang dihasilkan petani diharapkan mampu meningkat dari biasanya.

Namun demikian, untuk target RPJMD produksi padi di Banten dipastikan melebihi dari target yang ditentukan. Hingga saat ini produksi padi Banten sudah diatas 2,2 juta ton, sedangkan target RPJMD angka produksi sekitar 2,3 juta ton.

“Target produksi dalam upaya khusus (Upsus) sekarang ini sampai 2017 produksinya ditingkatkan menjadi 3 juta ton,” kata Agus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Suharta mengatakan, dalam upaya mendorong pemakaian pupuk bagi para petani di Banten, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada petani akan pentingnya penggunakan pupuk untuk lahan pertanian. Apalagi pemerintah pusat berharap target produksi padi di Banten setiap tahunnya terus meningkat, mengingat hasil produksi padi Banten digunakan untuk kebutuhan suplai nasional.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga terus membantu kebutuhan pupuk dan peralatan bagi para petani di kabupaten dan kota di Banten,” kata Ranta saat membuka rakor pengawasan pupuk bersubsidi tersebut.

Banten/Hap

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com