EKONOMI

Dibawah Yogyakarta dan Jakarta, Ekonomi Banten Tumbuh 5,90 Persen

Banten.co – Ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,90 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan IV/2019. Angka ini merupakan tertinggi ketiga setelah Provinsi Yogyakarta yang mencapai 6,61 persen (yoy) dan DKI Jakarta 5,96 persen (yoy).

Kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja,  pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 4,97 persen (yoy).

“Meski demikian, secara akumulatif pertumbuhan ekonomi provinsi Banten pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,53 persen (yoy), atau menurun dibandingkan dengan posisi pada tahun sebelumnya yang sebesar 5,81 persen (yoy),” ucapnya di Serang, Rabu (11/3/2020).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten didorong oleh menguatnya pertumbuhan di hampir seluruh sektor utama, terbesar disumbangkan sektor industri pengolahan yang mencapai 1,39 persen, disusul sektor konstruksi dan sektor perdagangan masing-masing 1,02 persen dan 0,98 persen.

Dari sisi penawaran, sektor industri pengolahan masih menjadi sektor ekonomi terbesar di provinsi Banten. Pangsanya 30,26 persen, diikuti sektor perdagangan 12,94 persen dan konstruksi 11,22 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi provinsi Banten ditopang oleh peningkatan sisi net ekspor yang tumbuh 20,6 persen (yoy) dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,03 persen.

Erwin menjelaskan pangsa ekonomi dari sisi pengeluaran didominasi oleh sisi konsumsi rumah tangga (RT) sebesar 52,33 persen, disusul Pembentuk Modal Tetap Bruto (investasi) sebesar 32,12 persen. Selain itu, perkiraan pertumbuhan ekonomi Banten 2020 pada kisaran 5,4 – 5,8 persen (yoy), atau meningkat dibandingkan tahun 2019.

“Pendorongnya diperkirakan oleh peningkatan investasi seiring pelaksanaan beberapa investasi swasta yang bersifat multiyears,” kata Erwin.

Pendorong lain dari sisi konsumsi pemerintah yang akan meningkat seiring adanya peningkatan anggaran di tahun 2020 dan penyelesaian beberapa proyek investasi pemerintah, katanya.

Sementara itu, faktor downside effect datang dari sisi konsumsi RT di tahun 2020. Tertahannya pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional diperkirakan akan menahan ekspektasi konsumen.

“Disisi lain, perlambatan ekonomi dunia dan negara mitra dagang juga diperkirakan akan berdampak pada tertahannya ekspor provinsi Banten,” kata Erwin. (Ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com