BERITA

Desember 2020, kesejahteraan Petani di Banten menurun

Ilustrasi petani | Foto: Istimewa

Banten.co – Kesejahteraan petani di Banten sedikit menurun di bulan Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mengalami perubahan -0,08 persen dari 100,82 menjadi 100,74.

“Ini dikarenakan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,68 persen lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,76 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Adhi Wiriana di Serang, Kamis (7/1/2021).

Angka It Banten mengalami peningkatan 0,68 dari 108,31 menjadi 109,05. Peningkatan It tersebut disebabkan oleh It pada subsektor Peternakan sebesar 2,01 persen, subsektor Perikanan sebesar 1,58 persen, subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 1,05 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,84 persen dan subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,35 persen.

It Banten yang mengalami peningkatan 0,76 persen karena naiknya indeks harga pada Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,87 persen dan indeks harga pada Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,42?persen.

Peningkatan indeks KRT terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman Dan Tembakau 1,24 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan Dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,63 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga 0,45 persen, Kelompok Kesehatan 0,35 persen, Kelompok Pakaian Dan Alas Kaki 0,22 persen, kelompok Rekreasi, Olahraga, Dan Budaya 0,13 persen, Kelompok Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya 0,13 persen, Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 0,09 persen, Kelompok Informasi, Komunikasi, Dan Jasa Keuangan 0,02 persen dan Kelompok Transportasi 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Pada Desember 2020 terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Banten sebesar 0,87 persen.  Inflasi terjadi pada sepuluh kelompok pengeluaran yakni Kelompok Makanan, Minuman Dan Tembakau, Kelompok Perlengkapan, Peralatan Dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah  Tangga,Kelompok  Kesehatan,  Kelompok  Pakaian  Dan  Alas Kaki,kelompok Rekreasi, Olahraga, Dan Budaya, Kelompok Perawatan  Pribadi  Dan  Jasa  Lainnya,Kelompok  Penyediaan  Makanan  dan Minuman/Restoran, Kelompok  Informasi,Komunikasi, Dan Jasa Keuangan dan Kelompok Transportasi.

Apabila dibandingkan dengan NTP antar provinsi di Indonesia, NTP Banten berada di urutan 22. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Riau sebesar 130,34, diikuti Bengkulu 122,12. sedangkan NTP terendah terjadi di Provinsi Bali yaitu 93,56. NTP nasional sebesar 103,25, naik 0,37 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 102,86.

“Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten pada Desember 2020 sebesar 100,26, atau naik 0,26 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tutup Adhi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com