POLITIK

Cawakot dan Wawakot di Pilkada Tangsel Harus Bisa Beri Solusi Soal Covid-19

Banten.co – Calon wali kota dan wakil wali kota yang bakal mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang diharapkan dapat memberikan solusi secara nyata mengenai persoalan-persoalan yang dialami pemukim, salah satunya di sektor kesehatan, seperti antisipasi penyebaran, hingga deteksi dini COVID-19

Bachtiar, warga RT02/04 Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Tangerang Selatan, Senin (21/9/2020) mengatakan, calon-calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada Tangsel seharunya peka mengatasi persoalan kesehatan, khususnya terkait COVID-19.

Calon kepala daerah yang bertarung di Tangerang Selatan sepatutnya memperlihatkan kepada masyarakat, solusi apa yang bisa diberikan menghadapi persoalan-persoalan masyarakat, khususnya mengenai kesehatan dan perekonomian.

“Dekati dan ajak tokoh-tokoh masyarakat hingga ke tingkat RT untuk mengetahui persoalan dialami masyarakat. Beban untuk tes rapid atau swab misalnya harus dicari solusi untuk mereka yang tidak tercover karena tak memiliki KTP Tangsel kendati telah bermukim,” kata Bachtiar.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Tangerang Selatan, Imbar Umar Ghazali, menuturkan, kebijakan dikeluarkan Pemkot Tangsel perihal tes swab ataupun rapid saat ini hanya diperuntukkan untuk mereka yang memiliki KTP Tangerang Selatan.

Begitu pula dengan kebijakan tes berbayar, dikatakan Imbar sebaiknya dilakukan di rumah sakit swasta karena belum ada peraturan walikota (Perwal) mengenai hal tersebut.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah memberikan fasilitas berobat gratis melalui Puskesmas. Termasuk pula terkait COVID-19, Wali Kota Airin menegaskan Tangsel telah memiliki alat polymerase chain reaction (PCR).

Warga Tangsel bisa mengikuti swab  dan rapid test secara gratis di puskesmas, Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel, maupun di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Syaratnya cukup menunjukkan KTP Tangsel maka biaya akan ditanggung.

Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 di Kota Tangerang Selatan mengalami peningkatan. Per tanggal 21 September 2020 pukul 08.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi ada 1.010 orang dengan rincian 817 dinyatakan sembuh, 140 orang positif dan 53 orang meninggal dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com