SERANG

BPJS-TK Serang Bidik Pekerja Nonformal

BANTEN.co – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang akan mengoptimalkan menjaring pekerja nonformal seperti tukang bakso atau tukang ojek untuk diikutsertakan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif mengatakan, jika pekerja formal tidaklah begitu sulit kita merangkulnya karena umumnya dikoordinir oleh perusahaannya. Kalau pekerja informal memang perlu kerja keras untuk memahami program BPJS melalui sosialisasi yang continue.

“Pihaknya terus menggenjot jumlah peserta yang tahun 2017 ini ditargetkan tercapai 96.000 peserta, dan tinggal 20.000 peserta lagi yang perlu diaktifkan,” katanya di Serang, Kamis (21/12)

Kegiatan pembagian sembako murah dan pembayaran santunan kepada warga yang meninggal dunia saat bekerja diperusahaannya masih dalam rangkaian memperingati HUT BPJS Ketenagakerjaan ke-40 yang jatuh pada tanggal 5 Desember 2017.

Muallif mengatakan kegiatan pembagian sembako di Kecamatan Ciruas tersebut sekaligus dalam upaya menjaring calon peserta non formal yang jumlahnya cukup banyak dibandingkan calon peserta formal.

“Harapan kita 50 persen dari pekerja non formal tersebut bisa jadi peserta, dan ini sangat diharapkan bantuan dari para perangkat desa di lingkup Kecamatan Ciruas untuk aktif menyosialisasikan kepada warganya, khususnya yang sudah bekerja tentang manfaat dari menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam mendukung program pemerintah yang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan perhatian serius untuk meringankan beban pekerja bila mendapatkan masalah dalam menjalankan tugasnya, seperti mengalami kecelakaan baik ditempat ia bekerja, maupun saat berangkat bekerja mengalami kecelakaan lalu lintas, atau meninggal dunia saat bekerja.

Muallif menambahkan, bagi yang belum paham terhadap program BPJS, maka pihaknya terus memberikan edukasi dan mengajak warga yang sudah memahami program tersebut untuk “memviruskan” lagi kepada tetangganya, sehingga warga mengerti betapa besarnya manfaat jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Camat Ciruas H Wawan S mengapresiasi apa yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan seperti memberikan sembako murah kepada warga di 15 desa di Lingkup Kecamatan Ciruas.

Wawan mengatakan ia juga akan aktif membantu menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan tersebut karena diketahui sudah banyak yang mendapatkan manfaatnya walaupun ia baru beberapa hari menjadi peserta.

“Di Ciruas ini ada lingkungan pengrajin gerabah yang hasil gerabahnya tidak hanya dipasarkan di Banten, tapi sampai ke Jakarta dan sejumlah provinsi lainnya, yang tentu menyerap banyak tenaga kerja yang bisa diajak untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Wawan.

Sebelum pembagian sembako murah, diserahkan santunan kepada Ibu Tati, ahli waris dari suaminya almarhum Umin Syafei yang meninggal dunia dalam bekerja di perusahaan PT Bangun Beton, Cilegon pada 27 September 2017.

Almarhum Umin Syafei mendapatkan santunan sebesar Rp125.304.000 dan santunan jaminan kematian sebesar Rp36.000.000, meski ia baru 4 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

“Meskipun saya sedih atas berpulangnya bapak untuk selama-lamanya, namun berkat bapak ikut program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga uang yang kami peroleh sebanyak ini bisa diperuntukkan untuk keperluan hidup sehari-hari,” kata Tati.

 

(Prast/Ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com