BERITA

Berdasarkan Surat Rekomendasi Kemenkes Nomor HK.04.01/I/2963/2019, Banten Terancam Tak Punya RS Tipe B

Banten.co – Provinsi Banten terancam tidak mempunyai rumah sakit (RS) tipe B yang bisa menampung pelayanan rujukan dari RS kabupaten/ kota.

Hal itu menyusul surat rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor HK.04.01/I/2963/2019 yang ditujukan kepada gubernur, wali kota dan bupati tertanggal 15 Juli 2019.

Surat itu merekomendasikan 21 rumah sakit (RS) di Banten turun kelas atau tipe. Sebanyak 21 RS tersebut tersebar di enam kabupaten/kota. Rinciannya Kabupaten Lebak terdapat RSUD Adjidarmo dari tipe B menjadi C.

Review kelas rumah sakit digelar berdasarkan Undang- Undang Nomor 44/2009 dan Peraturan Presiden Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berdasarkan dua regulasi itu ditemukan adanya ketidaksesuaian kelas RS dengan undang-undang.

Dalam proses evaluasi terhadap tenaga keperawatan yang memiliki kewenangan klinis atau disebut kredensial, maka BPJS Kesehatan harus melaporkannya kepada Menteri Kesehatan untuk dilakukan review .

Kabupaten Tangerang terdapat RS Selaras dari C ke D, RS Ibu dan Anak Tiara dari C ke C+, RS Mulia Insani dari C ke D, RS Ciputra dari B ke C, RSUD Pakuhaji dari D ke D+, dan RS Siloam Hospital Lippo dari B ke C. Selanjutnya Kota Tangerang ada RS Sari Asih Karawaci dari B ke C, RS Mayapada dari B ke C, RS Sari Asih Sangiang dari C ke D, RS Aqidah dari C ke D, serta RS Ibu dan Anak PKU Muhammadiyah Cipondoh dari C ke C+.

Kota Cilegon rekomendasi diberikan untuk RS Krakatau Medika dari tipe B ke C. Kemudian Kota Serang, RS Umum Daerah Drajat Prawiranegara dari B ke C, RS Umum Daerah Banten dari B ke C, RS Umum Ibunda dari D ke D+, dan RS Sari Asih Serang dari B ke C.

Kota Tangerang Selatan ada RS Rumah Indonesia Sehat dari C ke D, RS Ibu dan Anak Vitalaya dari C ke C+, RS Insan Permata dari C ke D, serta RS Umum Daerah Tangerang Selatan dari C ke D.

Sementara, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membenarkan adanya rekomendasi penurunan tipe RS di Banten termasuk RSUD Banten. Meski demikian, pihaknya masih mendalami untuk mengetahui secara detail alasan kebijakan tersebut.

“Kenapa pelayanan rumah sakit bisa turun seperti itu, ini masih tahap evaluasi kami. Walaupun memang diturunkan seharusnya dengan fasilitas yang ada, tetap di tipe B,” ujar Andika dilansir Sindonews, Selasa (23/7).

Andika mengatakan rekomendasi penurunan tipe dari Kemenkes belum final. Setelah melakukan kajian rekomendasi, pemprov akan memberi rekomendasi ulang agar RS di Banten yang memang layak tetap di kelasnya tak turun tipe.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi pelayanan yang ada di seluruh rumah sakit umum untuk dilihat apa permasalahannya. Tujuannya memberikan hak jawab dari pemprov kepada Kemenkes,” ungkapnya.

Andika menjelaskan, jika Banten tak memiliki RS tipe B, akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan terutama pasien rujukan dari kabupaten/kota. “Sekarang kami sedang kaji, jadi nanti kami usulkan tetap di B. Kalau tidak, kita yang kelabakan sebab rujukannya susah,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com