BERITA

Arus Balik di Terminal Bus Mandala Rangkasbitung Meningkat

Banten.co – Arus balik Lebaran 2016 di Terminal Bus Mandala Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tujuan Jakarta-Bandung-Bekasi, Senin atau H+5, meningkat dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Pantauan Senin (11/7) menunjukkan ribuan pemudik yang hendak kembali ke tempat bekerja setelah merayakan Lebaran di kampung halaman memadati Terminal Bus Mandala Rangkasbitung. Penumpang langsung menyerbu setiap kedatangan bus-bus dari arah Jakarta-Bekasi-Bogor-Bandung.

Sebagian besar penumpang arus balik pada H+5 Lebaran itu pekerja nonformal, seperti buruh panggul Pelabuhan Tanjung Priuk, kuli bangunan, asisten rumah tangga, dan pedaganag.

“Saya terpaksa harus pulang ke Tangerang karena Selasa besok sudah masuk kerja,” kata Yamin (40), seorang pekerja pabrik saat ditemui di terminal bus Mandala Rangkasbitung.

Dia mengatakan, dirinya kembali ke tempat kerja pada H+5 Lebaran karena dipastikan mulai sepi. Namun, kenyataan penumpang arus balik padat sehingga naik bus saling berdesak-desakan untuk mendapatkan tempat duduk.

Meskipun dirinya tidak kebagian tempat duduk, tapi rela karena besok harus bekerja. “Yang penting kami bisa pulang, walaupun sambil berdiri,” katanya.

Kepala Bidang PKB, Terminal dan Parkir Dinas Perhubungan kabupaten Lebak, Dudung Gunawan mengatakan penumpang arus balik pada H+5 Lebaran mengalami peningkatan.

Namun, seluruh penumpang arus balik terangkut sesuai dengan jurusannya. “Kami menyediakan angkutan reguler sebanyak 90 armada bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP),” katanya.

Ia mengatakan, arus mudik lebaran tahun ini mengalami peningkatan sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada H+4 atau Minggu (10/7) jumlah penumpang sekitar 1.000 orang, namun pada H+5 Lebaran mencapai 2.000 orang dengan tujuan rata-rata ke Jakarta, Bekasi dan Tangerang.

“Kami memprediksikan puncak arus balik yang menggunakan angkutan bus dipastikan akan terjadi pekan depan karena sekolah dan perguruan tinggi sudah masuk kegiatan belajar,” katanya.

Sementara itu, Mastur, seorang sopir bus AKAP tujuan Cikarang, Bekasi mengaku, dirinya tidak berani menaikan tarif karena pihak perusahaan tidak menginstruksian untuk menaikan tarif. Perusahaan akan melakukan tindakan terhadap sopir bus jika menaikkan tarif tanpa seizin perusahaan, katanya.

Banten | Ant | Juta

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com