BERITA

Angkot di Tangsel Banyak Tak Berbadan Hukum

Banten.co – Pemilik kendaraan angkutan kota di Tangerang Selatan (Tangsel) sebagian besar tidak tertarik memasukkan armdanya dalam wadah usaha berbadan hukum seperti koperasi, perseroan terbatas (yayasan).

Angkot-jurusan-Serpong-Kalideres

Jaini, supir angkot S-10 trayek Ciputat-Bintaro-Pondok Betung mengatakan, alasan pemilik armada angkot enggan bergabung itu antara lain karena nantinya nama pemilik di dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi milik lembaga tersebut.

“Tetapi, saya dengar untuk peremajaan sudah harus memilih ikut bergabung ke yayasan, koperasi atau perseroan terbatas yang ada, karena itu memang aturannya yang terbaru,” katanya, Kamis (19/1).

Menurut Jaini, pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Tangsel sudah mensosialisasikan aturan baru berdasarkan Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas Angkutan Jalan.

Jaini menjelaskan belum banyak angkutan umum di wilayah Tangsel yang melakukan peremajaan, walaupun menurut ketentuan sudah harus diremajakan mengingat usia dan kelaikannya sudah melewati batas.

“Namun, para pemilik angkot hanya memperpanjang STNK dan uji KIR dengan sedikit merenovasi armadanya sehingga kondisi fisik sarana taransportasi masa yang ada di Tangsel menjadi sepat seperti yang terlihat sekarang, banyak yang kurang bagus,” lanjut Jaini.

Berdasarkan data, diwilayah Tangsel hingga akhir 2016 terdapat sekitar 4.000 unit angkot yang beroperasi dan dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang tergabung dalam koperasi.

Adapun dua koperasi yang ada tersebut, Koperasi Palebus (Pamulang Lebak Bulus) dan Kopatas (Koperasi Angkutan Tangerang Selatan) beranggotakan sebanyak 20 orang pemilik armada angkota yang beroperasi di wilayah Tangsel.

Sementara itu, Sukanta, Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, pernah mengungkapkan bahwa sampai saat ini kebijakan angkutan kota wajib berbadan hukum itu belum terlaksana dengan baik. “Karena perlu sosialisai terus-menerus mengingat proses merealisasikannya yang ternyata tidak mudah,” tutupnya.

Sumber : Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com