LEBAK

Alhamdulillah, di Tengah Pandemi Corona Petani Lebak Panen Cengkih

Banten.co – Di tengah pandemi COVID-19, sejumlah petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten panen cengkih sehingga mampu mensejahterakan ekonomi keluarga.

“Kami hari ini menjual cengkih sebanyak 300 kilogram mendapat penghasilan Rp15 juta dengan harga Rp50 ribu/kilogram,” kata Sayuti (50) seorang petani Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak dilansir Antara, Selasa (30/6/2020).

Pendapatan penjualan cengkih sebesar itu, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,terlebih saat ini pandemi COVID-19.

Bahkan, tanaman cengkih miliknya seluas setengah hektare itu belum semua dipanen.

Saat ini, harga cengkih di pasaran cukup lumayan dengan harga Rp50 ribu/Kg, meski terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu hingga Rp65 ribu/Kg.

Penurunan harga cengkih tersebut tidak begitu anjlok di tengah pandemi COVID-19. “Kami sangat terbantu hasil panen cengkih bisa untuk merehab pembangunan rumah,” katanya.

Begitu juga petani lainnya, Hendi (55) warga Cirinten Kabupaten Lebak mengaku bahwa panen cengkih tahun ini cukup bagus karena curah hujan cenderung meningkat. Bahkan, dirinya sudah mendapat lima karung cengkih dan masih dikeringkan.

Kemungkinan panen cengkih itu tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat petani.

“Kami memperkirakan panen cengkih tahun ini bisa mencapai satu ton dan menghasilkan Rp50 juta,” ujarnya.

Menurut dia, pendapatan hasil perkebunan cengkih tersebut dipastikan petani mampu membangun rumah, membeli tanah dan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.

Kehidupan petani lebih sejahtera karena pemerintah juga memberikan bantuan dana dampak COVID-19 serta program sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Kami terus memperluas perkebunan cengkih karena menjadikan andalan ekonomi petani,” katanya.

Sementara, Nana (65) seorang petani warga Kecamatan Bojongmanik mengatakan hampir sebagian besar petani di sini memanen cengkih yang dikembangkan di ladang-ladang dengan ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut.

Mereka mengembangkan perkebunan cengkih menjadikan tabungan keluarga untuk persedian biaya ibadah haji. “Kami panen cengkih menguntungkan dibandingkan perkebunan karet yang anjlok hingga Rp3.500/Kg,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lebak Ruli mengatakan pihaknya setiap tahun memperluas pengembangan peremajaan perkebunan cengkih guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Sentra cengkih di Kabupaten Lebak antara lain Kecamatan Sobang, Cipanas, Lebak Gedong, Bojongmanik, Cirinten, Leuwidamar, Bayah, Panggarangan, Cigemblong, Cibeber, dan Cijaku. “Kami mendorong petani terus mengembangkan tanaman cengkih untuk kesejahteraan keluarga,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com