BERITA

2020, Dinkes Lebak Targetkan Bebas Penyakit ‘Kaki Gajah’

Banten.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menargetkan bebas dari penyakit ‘kaki gajah’ atau filariasis pada 2020 melalui pengobatan secara massal di daerah endemik selama tahun terakhir.

“Kami hingga kini belum menerima kasus baru penyakit filariasis ditemukan lagi,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah saat dihubungi di Lebak, Minggu (10/4).

Pemerintah Kabupaten Lebak dan Kementerian Kesehatan terus mengoptimalkan pengobatan massal selama lima tahun berturut-turut setelah ditemukan endemis penyakit kaki gajah di empat kecamatan. Keempat kecamatan itu antara lain Maja, Warunggunung, Lebak Gedong dan Cipanas.

Pengobatan massal di Kecamatan Maja, Lebak Gedong dan Cipanas beberapa tahun lalu, setelah dinyatakan klinis sebanyak enam orang dan puluhan lainnya dinyatakan positif kaki gajah. Bahkan, pengobatan massal di daerah tersebut sudah tahun ketiga dilakukan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Departemen Kesehatan Pusat.

Namun, pihaknya hingga kini belum ditemukan kasus baru setelah dilakukan pengobatan massal itu. “Kami optimistis secara nasional Lebak akan terbebas penyakit kaki gajah pada 2020,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya tetap akan melakukan survei kembali di daerah endemis penularan penyakit filariasis. Apabila ditemukan kasus baru maka kembali dilakukan pengobatan massal selama lima tahun.

Penyakit kaki gajah tidak mematikan, namun penderita bisa mengalami cacat permanen pada salah satu bagian anggota tubuhnya. Selain itu, produktivitas penderita akan menjadi rendah yang pada akhirnya menurunnya kualitas manusia di Kabupaten Lebak. “Kami berharap masyarakat mewaspadai penyakit kaki gajah,” jelasnya.

Firman juga meminta masyarakat tidak mengucilkan penderita kaki gajah karena penyakit itu bisa dicegah yaitu melalui minum obat dan memelihara kesehatan lingkungan seperti memberantas sarang-sarang nyamuk. “Semua jenis nyamuk berpotensi menyebarkan cacing filaria melalui gigitannya,” katanya.

Banten | Antara | Aditya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com